Berita

ilustrasi/net

Dunia

179 Profesor di Korsel Lakukan Plagiarisme

SENIN, 14 DESEMBER 2015 | 16:49 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sebanyak 179 profesor di Korea Selatan kedapatan melakukan plagiarisme.
 
Mereka mempublikasikan buku yang telah terbit sebelumnya dengan cara mempublikasikan buku yang pernah terbit sebelumnya oleh penulis lain dan mengklaim bahwa itu adalah hasil tulisannya.

Menurut keterangan dari Jaksa di distrik Uijeongbu pada Senin (14/12), sebanyak 74 profesor telah didakwa secara resmi, sedangkan 105 lainnya masih dalam proses hukum. Mereka dituduh melanggar undang-undang hak cipta dan pelanggaran kepercayaan.


"Para profesor menghadapi tuduhan menulis nama mereka setelah mengubah nama penulis sebelumnya di buku dan penerbitan buku-buku seolah-olah itu adalah karya mereka sendiri," kata keterangan jaksa distrik tersebut seperti dimuat Yonhap.

Ratusan profesor itu diduga melakukan plagiarisme demi meningkatkan karir akademik mereka.

Selain profesor, sebanyak lima orang pekerja dari empat perusahaan percetakan yang berbeda juga diamankan karena membantu plagiarisme. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya