Berita

foto: RMOL

Dunia

UBK Jajaki Kerjasama Dengan Tiga Universitas di Malaysia

SENIN, 14 DESEMBER 2015 | 15:45 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Universitas Bung Karno (UBK) menjajaki kerjasama dengan tiga universitas ternama di Malaysia.

Ketiga universitas itu adalah Universitas Utara Malaysia (UUM), Universitas Multimedia (MMU) dan Universitas Teknologi Petronas (UTP).

Hal itu disampaikan mantan Perdana Menteri Malaysia Tun Dr Mahathir Mohamad usai pertemuan dengan pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno (YPS),  Rachmawati Soekarnoputri, di Yayasan Kepimpinan Perdana di Putrajaya, Malaysia (Senin, 14/12).


Mahathir yang juga merupakan Presiden Kehormat Yayasan Kepimpinan Perdana menyebut bahwa kerjasama yang dibangun akan fokus dalam bidang minyak dan gas, serta manajemen dan teknologi.

"Kerjasama ini mungkin akan melibatkan pertukaran informasi antara dosen dari Malaysia dan Indonesia," kata Mahatir.

Mahathir mengatakan, UBK adalah universitas yang memiliki komitmen kuat untuk menanamkan ajaran-ajaran Bung Karno di tengah generasi muda Indonesia.

"Kita semua mengetahui peranan Bung Karno dalam sejarah pergerakan kebangsaan di Asia dan Afrika. Kita perlu menggali kembali dan melanjutkan prinsip kemandirian dan penghargaan kemerdekaan dan kemanusiaan dari Bung Karno," ujarnya.

Sementara Rachma mengatakan, pihaknya sangat berbesar hati mendapat kesempatan menjalin kerjasama dengan lembaga pendidikan Malaysia. Putri Bung Karno ini mengatakan, Malaysia memiliki sistem pendidikan yang baik.

"Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah modal dasar dalam membangun kemandirian dan menjalin kerjasama saling menguntungkan dengan bangsa lain," ujar Rachma.

Dalam kunjungan kali ini Rachma didampingi Ketua YPS Benny Soemarno, Rektor UBK Soenarto, Wakil Rektor II Marhaendra Putra, Wakil Rektor IV Teguh Santosa, dan Public Relations UBK Michelle Hutasoit.

Sebelum menggelar jumpa pers yang dihadiri puluhan jurnalis Malaysia dan Indonesia, Mahathir dan Rachma menggelar pertemuan tertutup. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya