Berita

pejuang farc wanita/net

Dunia

Aborsi Ratusan Pemberontak Kolombia, Perawat Diamankan di Spanyol

MINGGU, 13 DESEMBER 2015 | 11:00 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kepolisian Spanyol mengamankan seorang pria yang diketahui membantu lebih dari 100 proses aborsi kelompok pemberontak terbesar Kolombia, Farc.

Menurut keterangan pemerintah Kolombia, pria bernama Hector Arboleda Albeidis Buitrago itu merupakan seorang perawat di Madrid.

Jumat lalu (11/12), Kolombia mengumumkan bahwa berdasarkan hasil investigasi, ditemukan setidaknya ada 150 kasus aborsi dari para mantan pejuang perempuan Farc. Mereka dipaksa untuk melakukan aksi aborsi dengan alasan agar tidak merusak kemampuan bertarung.


"Kami memiliki bukti bahwa aborsi paksa adalah kebijakan dari Farc yang didasarkan pada memaksa seorang pejuang perempuan untuk menggugurkan agar tidak kehilangan dia sebagai instrumen perang," kata Jaksa Eduardo Montealegre.

Buitrago dituding terlibat dalam sebagian besar kasus aborsi di kalangan kelompok Farc tersebut.

Dimuat BBC (Minggu, 13/12), pemerintah Kolombia saat ini tengah menanti proses ekstradisi Buitrago agar bisa diadili di Kolombia. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya