Berita

Olahraga

BOPI Belajar Kelola Sirkuit Sampai Sepang

MINGGU, 13 DESEMBER 2015 | 10:25 WIB | LAPORAN:

Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) memenuhi undangan Sepang International Circuit (SIC), Malaysia.

Kemarin, tiga personil BOPI hadir sejak siang hingga malam menyaksikan lomba ketahanan bermobil Sepang 12 Hours yang digelar di Sirkuit Sepang, Kuala Lumpur.

Ketiga perwakilan BOPI itu dipimpin oleh Ketua I Bidang Organisasi dan Pembinaan, Mohamad Kusnaeni. Selain menyaksikan lomba, mereka mendapat kesempatan meninjau semua bagian sirkuit, dari lintasan balap, ruang kendali, hingga fasilitas medis dan layanan hospitality-nya.


Mereka juga sempat diterima Tan Sri Mokhzani Mahathir, Chairman SIC. Secara khusus, perwakilan BOPI bahkan dijamu oleh Dato Ahmad Razlan Ahmad Razali, CEO SIC, sambil berbincang panjang lebar tentang pengelolaan Sirkuit Sepang.

"Penerimaan para sahabat kami dari SIC sungguh luar biasa," kata Kusnaeni yang didampingi Fachri Sinaga dan Husni Mubarok.

"Meskipun tahu Indonesia calon pesaing dalam penyelenggaraan MotoGP, mereka begitu terbuka dan tak pelit berbagi pengalaman," lanjutnya.

Misi utama BOPI memenuhi undangan SIC memang mempelajari cara mengelola Sirkuit Sepang dan bagaimana menggelar event besar semacam F1, MotoGP, Superbike, hingga Grand Touring.

"Tahun 2017 kan Indonesia akan menjadi tuan rumah MotoGP di Sirkuit Sentul. Penting bagi kami memahami bagaimana cara menggelarnya dengan baik sehingga nantinya BOPI dapat memberikan pembinaan, pengembangan, pengawasan, dan pengendalian yang baik terhadap kegiatan olahraga otomotif profesional di Tanah Air," tutur Kusnaeni.

Dari pemaparan Eddy Rashdan Pir Mohd selaku Chief Financial Officer SIC, terungkap bahwa dari 365 hari dalam setahun ternyata 270 hari di antaranya terisi kegiatan di sirkuit yang diresmikan tahun 1999 tersebut.

Tak sekadar balapan, namun ada pula wedding party di trek balap, gala dinner, hingga peluncuran produk otomotif terbaru. [ald]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya