Berita

PILKADA SERENTAK

Partisipasi Pemilih Rendah, Ketua KPU Terkesan Anggap Enteng

SABTU, 12 DESEMBER 2015 | 19:24 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Partisipasi pemilih yang rendah dalam memberikan suara menjadi salah satu sorotan utama pada penyelenggaraan Pilkada Serentak 2015.

Apalagi data yang muncul berdasarkan hasil hitung TPS formulir C1 pada laman pilkada2015.kpu.go.id menunjukkan di beberapa daerah tingkat partisipasi pemilih sangat memprihatikan. Di Kota Medan, misalnya, hanya 26,88 persen pemilih yang memberikan suara.

Saat kondisi ini dipertanyakan kepada Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Husni Kamil Manik, yang bersangkutan terkesan menanggapinya enteng.


"Trus masalahnya apa?" katanya kepada wartawan saat melakukan monitoring perhitungan suara di Medan Johor, Sabtu (12/12).

Seperti dikutip dari MedanBagus.Com, Husni memastikan mereka akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pilkada serentak 2015. Namun hal tersebut baru dilakukan setelah semua rangkaian Pilkada selesai dilakukan termasuk persoalan hukum menyangkut munculnya penundaan pilkada pada beberapa daerah.

"Belum dievaluasi, nanti begitu selesai baru dievaluasi," ujarnya.

Raut wajah Husni Kamil Manik kembali berubah saat wartawan mempertanyakan rendahnya partisipasi pemilih di Pilkada Medan yang notabene merupakan daerah proyek percontohan (pilot project) untuk peningkatan partisipasi pemilih di Pilkada 2015 secara nasional.

"Trus? Nanti setelah selesai baru kita evaluasi. Biar jalan dulu, nanti kalau sudah selesai proses yang lain baru kita lanjutkan lagi," ungkapnya sembari masuk ke dalam mobilnya.

KPU Kota Medan menjadi pilot project bagi KPU RI untuk meningkatkan partisipasi pemilih di Pilkada serentak 2015. Penempatan Medan sebagai pilot project tersebut disebabkan pada pemilu legislatif dan pemilu pilpres 2014 tingkat partisipasi di Medan hanya 38 persen.

Untuk meningkatkan partisipasi tersebut, KPU Medan melakukan riset dengan menggandeng beberapa peneliti seperti Elfenda Ananda yang melakukan riset perilaku pemilih di Medan serta menyerahkan hasil penelitiannya kepada KPU Medan yang kemudian didiskusikan dengan berbagai kelompok pemilih seperti tokoh masyarakat, pimpinan ormas, OKP, kaum difabel, pers dan pengurus partai politik pada Sabtu (15/8) lalu.

Berbagai rekomendasi juga sudah disampaikan usai FGD tersebut namun tidak mampu mendongkrak partisipasi pemilih di Pilkada Medan 2015 yang justru semakin merosot ke angka partisipasi 26,88 persen.

Pengamat Politik Universitas Sumatera Utara, Faisal Mahrawa mengatakan selain karena faktor apatisme masyarakat terhadap para calon pemimpin, kondisi ini juga disebabkan tidak kreatifnya KPU Medan dalam melakukan sosialisasi.

"Akibat dari sosialisasi yang tak efektif itu masyarakat tak beranjak dari keapatisan," ujarnya. [dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya