Berita

sudirman said/net

GIB: Jurus Pecah Belah Sudirman Said Yang Mirip Gaya Penjajah Sudah Kehilangan Makna

SABTU, 12 DESEMBER 2015 | 17:04 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Operasi yang dilancarkan Menteri ESDM Sudirman Said dan kelompoknya luar biasa hebat. Membuat untuk sementara telinga bangsa Indonesia menjadi pekak.

Juga membuat rakyat membenci semua penyelenggara negara, kecuali Sudirman Said dan orang-orang beraliran neolib yang menginginkan kericuhan ini agar bisa diam-diam mencolong kekayaan negara.

Begitu keprihatinan Kordinator Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi atas keksiruhan yang terjadi akibat laporan Sudirman Said kepada Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).


Keksiruhan ini menurut hemat Adhie membuat perhatian rakyat hanya terpaku pada urusan di dalam rekaman itu. Sementara persoalan sebenarnya, terkait pengelolaan sumber daya alam tidak mendapatkan perhatian.

"DPR sebagai lembaga negara yang kita pilih dengan susah payah lewat pemilu hanya dijadikan alat pemutar hasil rekaman diam-diam yang bikin kuping bangsa ini pekak, sehingga kita jadi benci kepada semua penyelenggara negara, kecuali SS dkk," ujar Adhie.

Namun kata Adhie, dirinya tidak mau tenggelam pada pesimisme. Dia percaya zaman sudah berubah dan rakyat sudah semakin dewasa.

"Politik pecah-belah gaya kolonial itu sudah kehilangan makna. Bahkan justru akan menjadi alat pemersatu bangsa untuk menjaga sumber-sumber kekayaannya yang selama ini dijarah bangsa asing secara melawan hukum," demikian Adhie M Massardi. [dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Kopilot Malaysia Ngaku Diupah Rp220 Juta Selundupkan 26 Kg Ekstasi ke Jakarta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:20

Merdeka dalam Keserakahan: Ilusi Kemerdekaan di Usia 81 Tahun

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:02

Polda Metro Masih Selidiki Dugaan Pencabulan oleh Oknum Pendeta

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:52

Loyalis Anies Dicecar KPK soal Jual Beli Properti di Kasus TPPU Rita Widyasari

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:25

Begini Respons Deddy Sitorus Usai Dilaporkan KWP ke MKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:02

Warga Tuban Terdampak Debu Pabrik, Semen Indonesia Mangkir Dipanggil DPRD

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:11

Terjang Ombak, Dedikasi Mantri BRI Buka Jalan Akses Finansial Pulau Seram

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:02

Bea Cukai Ciduk Kopilot Kurir Narkoba, Duit Negara Rp207,9 Miliar Selamat

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:41

Transformasi Danantara Dongkrak Pendapatan Telkom hingga Tembus Rp75,9 Triliun

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:22

Polda Metro Jaya Cokok 728 Tersangka Curanmor

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:06

Selengkapnya