Berita

jusuf kalla/net

Ada Peran JK Di Balik Upaya Sudirman Said Menyalakan Api Dalam Sekam Dan Menggusur Luhut Panjaitan Dari Panggung Politik

SABTU, 12 DESEMBER 2015 | 16:11 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Wapres Jusuf Kalla sedikit banyak memiliki keterlibatan dalam kekisruhan saham Freeport Indonesia.

Hal ini disampaikan Kordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi dalam perbincangan dengan redaksi.

Menurut Adhie, Menteri ESDM Sudirman Said bukan orang bodoh yang tak bisa bermain politik. Sebagai bagian dari jaringan Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) Sudirman Said memiliki mesin pembangun opini yang kuat.


"Dia tahu di DPR perang KMP dan KIH masih berlangsung. Sementara posisi SN sebagai Ketua DPR masih jadi rebutan, bukan hanya oleh KIH, tapi juga di dalam Partai Golkar sendiri," ujar mantan Jurubicara Presiden Abdurrahman Wahid itu.

Sementara pengaruh Jusuf Kalla yang masih kuat di Senayan, menurut Adhie, memudahkan SS dan kelompoknya meniup angin ke DPR untuk mengobarkan api dalam sekam itu.

"Bagi SS dkk, tidak penting apakah isu SN mencatut nama presiden untuk meminta saham Freeport terbukti atau tidak. Ternyata memang tidak terbukti di MKD (Mahkamah Kehormatan Dewan)," kata dia lagi.

Kalau itu tidak penting, maka apa yang penting bagi Sudirman Said?

"Yang penting nama LBP (Luhut Binsar Panjaitan) sebagai palang pintu (penjaga) UU yang tidak bisa dipatahkan Freeport menjadi rapuh. Terbangun sinisme publik kepadanya. Harapan terakhir, tentu saja, LBP lenyap dari panggung politik kekuasaan disingkirkan Presiden dengan alasan publik tidak menyambut positif," kata Adhie lagi. [dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Kopilot Malaysia Ngaku Diupah Rp220 Juta Selundupkan 26 Kg Ekstasi ke Jakarta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:20

Merdeka dalam Keserakahan: Ilusi Kemerdekaan di Usia 81 Tahun

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:02

Polda Metro Masih Selidiki Dugaan Pencabulan oleh Oknum Pendeta

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:52

Loyalis Anies Dicecar KPK soal Jual Beli Properti di Kasus TPPU Rita Widyasari

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:25

Begini Respons Deddy Sitorus Usai Dilaporkan KWP ke MKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:02

Warga Tuban Terdampak Debu Pabrik, Semen Indonesia Mangkir Dipanggil DPRD

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:11

Terjang Ombak, Dedikasi Mantri BRI Buka Jalan Akses Finansial Pulau Seram

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:02

Bea Cukai Ciduk Kopilot Kurir Narkoba, Duit Negara Rp207,9 Miliar Selamat

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:41

Transformasi Danantara Dongkrak Pendapatan Telkom hingga Tembus Rp75,9 Triliun

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:22

Polda Metro Jaya Cokok 728 Tersangka Curanmor

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:06

Selengkapnya