Berita

Tyson Fury:net

Olahraga

Gelar Dicopot, Lalu Digarap Polisi

Juara Dunia Kelas Berat Tyson Fury Ketiban Apes
KAMIS, 10 DESEMBER 2015 | 08:11 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Tyson Fury ketiban apes. Dia harus kehilangan satu sabuk gelar juara dunia setelah badan tinju IBF mencopotnya. Ini sebagai akibat dia menolak lebih memilih tarung ulang dengan Wladimir Klitschko daripada melakoni tarung wajib.

Tyson baru 10 hari menyandang tiga sabuk WBA, IBF dan WBOdari Klitschko belum lama ini. Sayangnya, sebagai penyandang juara baru sabuk IBF, dia wajib melakukan pertarungan melawan Vyacheslav Glazkov yang merupakan penantang nomor satu.

Seperti dikutip BBC, Ketua Kejuaraan IBF, Lindsey Tucker mengakui, telah mencopot gelar IBF milik Tyson. "Kami telah mempunyai penantang, Vyacheslav Glazkov, untuk pertarungan wajib. Namun Tyson telah menyepakati tarung ulang dengan Klitschko yang masuk da­lam klausul sebelumnya," kata Tucker.


Usai mendapatkan label juara dunia kelas berat baru, Tyson terus men­gundang kontroversial. Dia mungkin menjadi atlet pertama yang menolak masuk dalam nominasi atlet terbaik yang setiap tahun diberikan BBC.

Tak hanya berurusan dengan IBF. Tyson juga mulai dibidik kepolisian London lantaran dituduh menyebarkan kebencian.

Polisi akan segera melakukan penye­lidikan terkait dengan ucapan Tyson yang dinilai merendahkan dan mengganggu kenyamanan. Tyson beberapa waktu sempat melontarkan komentar soal ho­moseksual dan aborsi.

Komentar tersebut dinilai sebagai pe­nyebaran kebencian terhadap kaum pecinta sejenis. Tyson dianggap menyamakan ho­moseksual dengan pedofilia, Juara dunia asal Inggris ini bahkan mendapat petisi yang meminta dirinya dicoret dari daftar calon penerima penghargaan BBC sebagai atlet terbaik.

"Kami sudah menerima laporannya dari kejahatan rasial terkait dengan komen­tar tentang homoseksual pada program Victoria Derbyshire," tulis pernyataan resmi Kepolisian Manchester. ***

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya