Berita

PILKADA SERENTAK

Angka Golput Yang Tinggi Harus Jadi Bahan Evaluasi!

KAMIS, 10 DESEMBER 2015 | 06:58 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Problem Pilkada sesungguhnya adalah partisipasi rakyat. Dan angka golput yang tinggi menjadi ukuran bahwa apatisme rakyat terhadap pergantian pemimpin daerah masih merupakan hal yang perlu diperbaiki dalam pelaksanaan Pilkada dimasa yang akan datang.

Demikian dikatakan Ketua Presidium Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Lidya Natalia Sartono, dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 10/12).

Menurut Lidya, Pilkada bisa dikatakan berhasil bila angka golput semakin turun atau bahkan tidak ada sama sekali. Dan kasus partisipiasi yang rendah ini terjadi di Samarinda, dengan angka golput mencapai 53 persen lebih.


"Ini jelas problem bagi kita, sebab negara boleh bangga dengan keberhasilan penerapan demokrasi, tetapi dengan angka golput yang masih kita temui dalam pilkada, tentu kita harus bicara juga tentang evaluasi," demikian Lidya. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya