Berita

donald trump/net

Dunia

Komedian AS: Trump Hanya Cintai Muslim Berduit

RABU, 09 DESEMBER 2015 | 11:03 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik Donald Trump secara jelas menegaskan sikapnya terhadap Muslim. Dalam sejumlah kampanye dan kesempatan, ia kerap mengeluarkan pernyataan yang terkesan menyudutkan Muslim.

Hal itu bisa dilihat dari pernyataan kontroversialnya yang terbaru dikeluarkan awal pekan ini. Ia menyerukan agar Amerika Serikat menghentikan imigran Muslim. Sebelumnya, ia juga pernah mengeluarkan usulan agar dilakukan pengawasan di masjid-masjid.

Trump pun pernah menggeneralisasikan seluruh Muslim dengan menyebut bahwa Muslim di seluruh dunia benar-benar bersorak liar saat terjadi serangan 9/11.


Menurut seorang penulis yang juga merupakan komedian Amerika keturunan Palestina-Italia, Dean Obeidallah, pernyataan-pernyataan Trump tersebut jelas menunjukkan bahawa ia memiliki masalah dengan umat Islam.

"Tapi ada satu jenis Muslim yang benar-benar dicintai Trump, yakni orang-orang yang membuat dia banyak uang," kata Obeidallah dalam tulisannya berjudul Trump Only Loves Rich Muslims Who Give Him Money yang dimuat di The Daily Beast (Senin, 7/12).

Ia menyebut bahwa salah satu contoh, Trump dinilai mencintai Hussain Sajwani, pimpinan perusahaan real estate mewah Dubai yakni Damac Properties. Trump pernah menyebut Sajwani sebagai seorang teman baik dan orang besar. Pada Mei 2014 lalu, Trump bahkan pernah terbang ke Dubai Dubai untuk menghabiskan waktu dengan Sajwani. Keduanya mengumumkan proyek real estate bersama di Uni Emirat Arab.

"Itu adalah proyek yang mencakup 104 villa dan rumah-rumah. Pengembangan proyek tersebut meningkatkan Klub Golf Dunia Trump," tulisnya.

Dubai bukanlah satu-satunya negara di mana rekanan Muslim Trump berada. Trump dan perusahaanya menjalin relasi bisnis dengan Muslim di Abu Dhabi, Qatar dan Arab Saudi.

Hal tersebut, menurut Obeidallah, amat kontradiksi dengan sikap-sikap Trump terhadap Muslim. Ia pernah menyebut bahwa Muslim di seluruh dunia bersorak atas tragedi 9/11. Padahal 15 dari 19 orang pembajak yang terlibat dalam serangan 9/11 yang menewaskan hampir tiga ribu orang Amerika Serikat itu berasal dari Arab Saudi. Sedangkan Trump sendiri di sisi lain menjalin kerjasama bisnis yang baik dengan Arab Saudi.

"Tapi ketika uang (dalam jumlah) besar bermain, Trump tampaknya mengabaikan masalah ini," tegas Obeidallah dalam tulisannya. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya