Berita

hyundai dan kia/net

Dunia

Korsel Genjot 10 Kali Lipat Produksi Mobil Ramah Lingkungan

SELASA, 08 DESEMBER 2015 | 10:40 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Korea Selatan berencana meningkatkan produksi tahunan mobil ramah lingkungan tahunan lebih dari 10 kali lipat pada tahun 2020 mendatang.

Langkah tersebut diambil dengan tujuan untuk mengurangi emisi karbon dan memasuki pasar ekspor baru.

Kementerian Perdagangan, Industri dan Energi Korea Selatan pada Selasa (8/12) menyebut bahwa rencana meningkatkan produksi ramah lingkungan tersebut mencakup mobil listrik dan hybrid dari 78 ribu unit pada tahun ini menjadi 920 ribu unit pada tahun 2020.


Langkah tersebut juga diambil karena diprediksikan bahwa pangsa pasar domestik mobil ramah lingkungan akan meningkat menjadi 20 persen pada tahun 2020 mendatang.

Dua produsen otomotif raksasa asal negeri ginseng sendiri yakni Hyundai Motor Co dan Kia Motors Corp diketahui sudah mulai mencoba memasuki pasar mobil ramah lingkungan dengan mengembangkan mobil ramah lingkungan mereka sendiri.

Demi melancarkan rencana tersebut, pemerintah Korea Selatan akan menginvestasikan dana sebesar 150 miliar won dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Dana tersebut digunakan untuk penelitian dan pengembangan demi mencari kunci teknologi mobil ramah lingkungan.

Selain itu, seperti dimuat Reuters, Korea Selatan juga akan menawarkan subsidi bagi konsumen yang membeli mobil ramah lingkungan serta meningkatkan stasiun pengisian bagi kendaraan ramah lingkungan.

Diperkirakan, rencana tersebut akan berkontribusi mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 3,8 juta ton dan menciptakan 93 ribu lapangan pekerjaan baru antara tahun 2016 dan 2020.

Di sisi lain, rencana itu juga diprediksi akan memberikan keuntungan ekspor 18 triliun won pada tahun 2020. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya