Berita

tuang wiski/reuters

Dunia

Tuang Wiski, Simbol Persahabatan Mantan Musuh Pasca Pearl Harbor

SENIN, 07 DESEMBER 2015 | 11:41 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Mantan pilot jet tempur asal Amerika Serikat dan Jepang semasa Perang Dunia II bersama-sama menuangkan wiski ke Pearl Harbor pada Minggu (6/12). Hal itu dilakukan dalam upacara "Blackened Canteen" yang merupakan bagian dari peringatan ke-74 serangan terhadap pangkalan angkatan laut Amerika Serikat tersebut yang terjadi pada tahun 1941.

Mantan pilot jet tempur Amerika Serikat adalah Jack DeTour yang kini berusia 92 tahun. Sedangkan dari sisi Jepang adalah Shiro Wakita berusia 88 tahun. Kedua belah pihak yang merupakan musuh pada Perang Dunia II secara simbolis bersama-sama menuangkan wiski dari USS Arizona Memorial, Pearl Harbour di Honolulu, Hawaii sebagai bentuk persahabatan saat ini.

Serangan Pearl Harbor diketahui merupakan serangan mendadak yang dilakukan oleh Angkatan Laut Jepang terhadap Armada Pasifik Angkatan Laut Amerika Serikat yang tengah berlabuh di pangkalan Pearl Harbor, Hawaii pada tanggal 7 Desember 1941. Serangan tersebut berhasil merusak setidaknya 20 kapal perang dan 188 pesawat terbang Amerika Serikat. Selain itu, serangan tersebut juga menewaskan 2.403 orang.


Di sisi lain, Jepang kehilangan 55 dari 441 pesawat yang digunakan dalam serangan.

Serangan tersebut merupakan peristiwa yang mengawali keterlibatan Amerika Serikat dalam perang pasifik.

Serangan Pearl Harbor kemudian dibalas dengan pengeboman Tokyo yang dilakukan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat. Serangan yang paling mematikan adalah serangan B-29 tahun 1945. Dalam serangan tersebut, sebanyak 23 tentara Amerika Serikat tewas bersama dengan sejumlah warga Jepang.

Dalam proses evakuasi ditemukan di antara reruntuhan adalah sebuah kantin yang menghitam akibat terkena bom. Di kantin tersebut ditemukan wiski. Wiski itu akhirnya digunakan oleh Jepang untuk mengingat mereka yang tewas dalam peristiwa tersebut.

Sejak tahun 1980an, Jepang secara teratur membawa wiski tersebut ke Pearl Harbor untuk diikutsertakan dalam upacara peringatan serangan Pearl Harbor. Tujuannya adalah untuk menjaga perdamaian dengan Amerika Serikat. Upacara tersebut dikenal dengan sebutan "Blackened Canteen".

"Ini adalah hal yang fantastis saat mengetahui bahwa persahabatan (Amerika Serikat dan Jepang) saat ini sangat bagus," tutur sang mantan pilot tempur, Detour seperti dimuat Reuters. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya