Berita

jepang/net

Dunia

Ini Beasiswa Pemerintah Jepang 2016 Bagi Mahasiswa dan Guru Indonesia

SENIN, 07 DESEMBER 2015 | 10:11 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Jepang mengajak pelajar serta guru di Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di negeri sakura.

Melalui beasiswa pemerintah Jepang atau Monbukagakusho untuk tahun akademik 2016, mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh jenjang pendidikan S1 di jurusan Jepang diundang untuk memperdalam pemahaman tentang kebudayaan Jepang dalam program non-gelar Japanese Studies di Jepang selama satu tahun.

Program tersebut akan dilakukan di universitas Jepang mulai Oktober 2016 mendatang.


Menurut rilis yang diterima redaksi (Senin, 7/12), berikut syarat yang harus dipenuhi bagi pelamar beasiswa tersebut:

1. Pelamar berusia di bawah 30 tahun per tanggal 1 April 2016.
2. Pelamar adalah:
   a. Mahasiswa/i yang sedang menempuh pendidikan jenjang S1 jurusan Jepang
   b. Mahasiswa/i tingkat 3 (semester 6) ke atas
3. Pelamar harus direkomendasikan terlebih dahulu oleh universitas asal

Selain itu pemerintah Jepang dalam beasiswa Monbukagakusho juga mengundang warga negara Indonesia yang berprofesi sebagai guru untuk memperdalam bidangnya dalam program teacher training (penataran guru) non gelar di universitas di Jepang selama satu tahun enam bulan.

Program tersebut akan dimulai pada Oktober 2016 mendatang, termasuk masa 6 bulan pertama untuk belajar bahasa Jepang.

Berikut syarat yang harus dipenuhi bagi pelamar beasiswa tersebut:

1. Memiliki dedikasi yang tinggi sebagai guru/pengajar.
2. Pelamar berusia di bawah 35 tahun per tanggal 1 April 2016.
3. Pelamar adalah:
   a. Lulusan S-1 atau D-4
   b. Guru yang mengajar secara aktif di lembaga pendidikan formal SD, SMP atau   SMA dan sederajat (termasuk sekolah swasta).
4. Pelamar telah mengajar 5 tahun lebih di lembaga pendidikan formal per tanggal 1 April 2016.

Seluruh dokumen lamaran bisa diserahkan secara langsung atau dikirim ke Kedutaan Besar Jepang bagian pendidikan sebelum tanggal 11 Januari 2016. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya