Berita

Politik

Adik Megawati: Sangat Mengejutkan JK Mau Usut BLBI

MINGGU, 06 DESEMBER 2015 | 17:05 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Politisi senior Rachmawati Soekarnoputri menilai pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) agar skandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) diusut tuntas dan para pelakunya ditangkap sangat mengejutkan.‎

"Jika JK konsekuen mengusut mega korupsi BLBI merupakan terobosan besar penegakan hukum dan pemberantasan korupsi," kata Rachmawati dalam pesan elektroniknya kepada redaksi, Minggu (6/12).‎

Kebijakan release and discharge untuk obligor BLBI, menurut Rachma, sejauh ini merupakan ‎korupsi terbesar dalam sejarah perjalanan Indonesia. Akibat kebijakan yang dibuat saat pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri itu negara harus membayar bunga obligasi BLBI Rp 100 triliun tiap tahunnya.

‎Keraguan Rachma terhadap pernyataan JK cukup beralasan karena JK pernah menjabat sebagai Wapres di era pemerintahan SBY namun terkait urusan BLBI sekalipun tidak pernah membela negara.‎

Rachma membandingkan ada ‎Tap MPR RI Nomor XI/MPR/1998 tentang pemberantasan KKN dan pengusutan kasus mantan Presiden Soeharto‎, namun untuk korupsi BLBI aparat penegak hukum terkesan alergi.‎

"‎KPK tahun 2014 akan mengusut BLBI tapi langsung dibabat. Sementara pengusutan oleh Polri dan Kejagung sulit dilakukan karena dipegang bos partai pendukung. Bahkan Menkopulhukam Luhut Panjaitan  menyatakan kasus BLBI tutup buku," jelas Rachma.

‎Putri Bung Karno ini mengungkapkan saat aktif di Dewan Pertimbangan Presiden (Wantipres) tahun 2006-2007 dirinya mengusulkan kepada Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengusut BLBI, tetapi banyak yang menyangsikan dengan alasan akan membuka kotak pandora khususnya keterlibatan Megawati.

‎Permintaan agar kasus BLBI diusut tuntas disampaikan JK saat berpidato di pelantikan pengurus Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jumat kemarin. Di acara itu beberapa tokoh nasional hadir di antaranya Menkeu Bambang Brodjonegoro, eks Wapres Boediono, bos Transcop yang juga eks Menko Perekonomian Chairul Tanjung, bos MNC Grup yang juga Ketum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo, ekonomi James Riady, ekonom Faisal Basri, pengusaha muda Sandiaga Uno, dan Mendag Thomas Lembong.‎

JK geram karena negara harus terus membayar bunga obligasi BLBI sekitar Rp 100 triliun tiap tahunnya. Kewajiban ini harus terus ditanggung sampai puluhan tahun ke depan atau bahkan sampai seumur hidup.‎[dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya