Berita

ilustrasi/net

Dunia

Gunakan Paspor Palsu Yunani, 6 Warga Suriah Ditahan di Argentina

MINGGU, 06 DESEMBER 2015 | 09:13 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sebanyak enam orang warga negara Suriah ditangkap di Argentina karena kedapatan menggunakan paspor Yunani palsu.

Menurut keterangan polisi federal Argentina pada Sabtu (5/12), keenam orang tersebut ditangkap di sebuah hotel di pusat kota Buenos Aires Argentina pada Jumat (4/12). Keenam orang tersebut baru saja tiba di Argentina sehari sebelumnya.

Saat ditangkap, keenam orang tersebut tidak bersenjata dan hanya dijerat dengan pasal dokumen perjalanan palsu. Satu orang di antaranya diketahui berusia di bawah 18 tahun.


Dugaan sementara, paspor palsu tersebut dibuat di Turki.

Proses pemeriksaan pun masih terus dilakukan.

Kasus penangkapan warga Suriah di Argentina tersebut agaknya semakin menunjukkan bahwa kawasan Amerika Selatan dan Amerika Tengah menjadi tujuan baru bagi pengungsi dari negara-negara konflik seperti Suriah dan Irak.

Pasalnya, sebelum kasus pemalsuan paspor di Argentina, dalam beberapa bulan terakhir, serangkaian penangkapan dilakukan di sejumlah negara Amerika Selatan dan Amerika Tengah.

Kurang dari tiga minggu lalu, sbanyak lima orang Suriah ditangkap setelah kedapatan membayar penyelundup senilai 10 ribu dolar AS untuk melakukan perjalanan melalui Brazil, Argentina dan Kosta Rika saat menuju Amerika Serikat.

Sementara itu Oktober lalu, Brasil menahan delapan warga Irak yang bepergian dengan paspor Yunani palsu. Mereka diketahui mendapatkan paspor palsu tersebut di Turki. Demikian seperti dilansir Reuters. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya