Berita

Presiden Turki Tayyip Erdogan/net

Dunia

Erdogan: Jatuhnya Jet Rusia Tak Usik Proyek Energi dengan Turki

MINGGU, 06 DESEMBER 2015 | 08:23 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Peristiwa jatuhnya jet Rusia di Suriah dipastikan tidak akan mempengaruhi proyek-proyek energi bersama yang dijalin Rusia dengan Turki.

Hal itu dipastikan oleh Presiden Turki Tayyip Erdogan dalam pidato yang disiarkan di channel lokal NTV news channel pada Sabtu (5/12) waktu setempat.

"Belum ada tanda yang menunjukkan bahwa masalah dengan Rusia akan berdampak pada proyek-proyek seperti gas alam dan pembangkit listrik tenaga nuklir Akkuyu," kata Erdogan seperti dilansir Reuters.


Ia pun membantah pernyataan Rusia yang menyebut bahwa Moskow telah menangguhkan pembicaraan dengan Turki terkait dengan proyek pipa gas alam TurkStream. Erdogan malah menyebut bahwa pihaknya lah yang melakukan penangguhan tersebut, dan bukan Rusia.

"Jangan percaya pers yang keliru melaporkan bahwa Rusia telah menghentikan TurkStream. Justru sebaliknya. Ini adalah proyek yang kita tangguhkan karena tuntutan kami tidak dipenuhi," tegasnya.

"Tidak ada dampak negatif telah dihasilkan dari masalah yang kita hadapi baru-baru ini," sambung Erdogan.

Diketahui, Rusia menerapkan sanksi dagang terhadap Turki setelah pasukan udara Turki menembak jatuh jet tempur Rusia di dekat perbatasan dengan Suriah. Jet tempur Rusia tersebut merupakan bagian dari kampanye Rusia melawan militan di Suriah.

Di antara sanksi dagang yang diterapkan Rusia adalah membekukan proyek-proyek investasi dan melakukan pembatasan makanan impor.

Rusia sendiri merupakan negara yang mengimpor sekitar 1 miliar dolar AS produk-produk makanan dari Turki setiap tahunnya. Selain itu, Rusia juga diketahui merupakan penyedia energi utama Turki, seperti pengiriman gas, batubara dan minyak. Salah satu proyek energi gabungan Rusia dan Turki adalah pembangunan stasiun tenaga nuklir pertama Turki di kota Akkuyu senilai 20 miliar dolar AS. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya