Berita

Ini Dasar Pertimbangan Pemerintah Tidak Perpanjang Kontrak Freeport

SABTU, 05 DESEMBER 2015 | 08:09 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sudah sepantasnya pemerintah Indonesia tidak tergantung pada Freeport dalam mengeksplorasi kekayaan alam di Papua. Selain karena teknologi pertambangan seperti yang dimiliki Freeport juga dimiliki perusahaan multinasional lain, Freeport juga telah melakukan banyak wanprestasi semenjak Kontrak Karya tahun 1991 ditandatangani.

Hal-hal inilah yang menurut Jurubicara Komite Persiapan Liga Pemuda Indonesia (KP-LPI), Lamen Hendra Saputra dapat dijadikan dasar pertimbangan pemerintah untuk menghentikan kontrak karya Freeport pada tahun 2021 nanti.

"Pertama adalah tentang wanprestasi ekonomi. Freeport menjanjikan akan memberikan 51 persen saham kepada nasional pada tahun 2011, sesuai KK 1991, tapi sampai sekarang komposisi saham pemerintah Indonesia di Freeport hanya 9,36 persen. Sedangkan saham swasta nasional juga sebanyak 9,36 persen yang sempat dimiliki oleh Aburizal Bakrie, bos Setya Novanto, dijualnya kembali separuhnya kepada Freeport tahun 1992 dan dijual sisanya kepada Bob Hasan pada 1997 -yang kemudian dijual Bob Hasan kembali kepada Freeport tahun 2002," urai Lamen Hendra.


Royalti yang dikenakan terhadap produksi emas Freeport juga terlalu rendah, hanya 1 persen, dan sudah berlangsung terlalu lama sampai Juli 2014. Maka waka wajar bila Menko Maritim Rizal Ramli berpendapat, tingkat royalti harus segera dinaikkan antara 6 sampai persen untuk mengkompensasi ketidak adilan selama ini.

Freeport, sambungnya, juga tidak menjalankan kewajiban melakukan nilai tambah ekonomi, membangun smelter, tidak pernah konkret, padahal juga sudah diamanatkan di KK 1991.

Wanprestasi berikutnya adalah soal lingkungan.

Mengutip pendapat seorang ahli lingkungan hidup dari ITB, Lamen mengatakan, sejak ditetapkannya keputusan nomor 55/MENLH/12/1997 tentang AMDAL, RKL-RPL, Freeport telah menimbulkan berbagai pelanggaran dan sudah menyebabkan pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup.

Namun, sepertinya Freeport selama ini kebal hukum, sehingga tidak adil bagi usaha pertambangan sejenis lainnya. Freeport juga selalu menghindar untuk menyatakan bahwa tailing-nya adalah limbah B3, sehingga tidak mau mengelolanya sesuai peraturan lingkungan yang berlaku. Akibatnya tailing meluncur sampai ke laut dan terjadi pendangkalan.

"Terakhir adalah tentang pelanggaran HAM. Terdapat banyak kesaksian penelitian yang menyatakan pada tahun 1977 telah terjadi pembantaian suku Amungme dan enam suku lainnya di sekitar Freeport, yang menewaskan 900 orang. Jumlah ini belum ditambahkan dengan rentetan pelanggaran HAM yang terjadi selama pelaksanaan DOM di Papua pada tahun 1978-1998 yang didukung oleh Freeport," demikian Lamen. [dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya