Berita

Olahraga

Atlet Olimpian Minta KONI Lepaskan Logo Lima Ring

JUMAT, 04 DESEMBER 2015 | 14:50 WIB | LAPORAN:

Para atlet olimpian Indonesia meminta KONI mengembalikan logo lima ring yang selama ini digunakan ke Komite Olimpiade Internasional (IOC) agar tidak memunculkan kerugian bagi atlet yang akan turun di kejuaraan internasional.

Perwakilan olimpian, yaitu atlet yang pernah berlaga di Olimpiade, Krisna Bayu di Jakarta, Kamis (3/12) mengatakan desakan agar KONI melepaskan lima ring ini merupakan buntut dari kekecewaan mereka karena keputusan KONI pada Musornas 2015 di Papua beberapa waktu lalu dipelintir jika dibandingkan dengan rapat Komisi I Bidang Organisasi.

"Pada rapat komisi diputuskan jika penggunaan dan pemakaian ring lima pada lambang KONI untuk tidak digunakan selanjutnya dikembalikan ke IOC. Tapi pada keputusan akhir ternyata tidak sama," katanya di Kantor KOI Senayan, Jakarta.


Mantan atlet judo itu menegaskan, jika KONI tidak segera melepaskan lima ring yang ada pada logo akan banyak kerugian yang ada didapat. Selain mendapatkan sanksi dari IOC, posisi Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang terancam. Dengan kondisi tersebut, para olimpian diantaranya Krisna Bayu, Hadi Wihardja, Liane, Juana Wangsa Putri serta Suryo Agung mendukung penuh keputusan pemerintah yang mendesak KONI untuk segera mencopot logo lima ring sesuai dengan anjuran IOC.

Pemerintah dalam hal ini Kemenpora bahkan telah mengirimkan surat teguran keras yang harus ditangani selama 10 hari ke depan. Jika tidak ditanggapi sanksi administrasi sesuai dengan perundang-undangan akan diterapkan.

"Kami ingin Ketua Umum KONI Pusat bersikap legowo dan bijak sebagai patriot sejati olahraga Indonesia yang memajukan martabat bangsa dan negara," kata Krisna Bayu dengan tegas.

Permasalahan penggunaan lima ring pada logo KONI sudah berjalan lama bahkan sudah masuk ranah hukum. Bahkan sudah ada keputusan dari Pengadilan Niaga Jakarta Pusat Nomor 68/PDT.SUS.MEREK/2014/PN.NIAGA.JKT.PST tanggal 4 April 2015.

Namun, pihak KONI hingga saat ini dinilai belum melaksanakan keputusan. Bahkan lembaga yang dipimpin oleh Tono Suratman ini akan membawa permasalahan ke IOC. Kondisi ini kurang disetujui oleh olimpian karena masalah ini dinilai bisa diselesaikan di Tanah Air.[wid] 

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya