Berita

Audit Terhadap Petral Sudah Perlihatkan Titik Terang, Jangan Dibiarkan Mengambang

KAMIS, 03 DESEMBER 2015 | 23:07 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Tidak seperti kasus rekaman pembicaraan Ketua DPR RI Setya Novanto dan pengusaha M. Riza Chalid dengan Presdir PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin yang dibesar-besarkan dan disambut hangat publik, di sisi lain kasus audit terhadap Pertamina Energy Trading Ltd (PT Petral) justru dibiarkan tenggelam.

Padahal, dari hasil audit terhadap Petral yang dilakukan auditor asal Australia, Korda Mentha, terlihat ada titik terang yang bisa digunakan untuk membawa kasus ini ke ranah hukum.

Demikian dikatakan Ketua Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Junisab Akbar, dalam perbincangan dengan Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (3/12).


Petral adalah anak perusahaan Pertamina yang didirikan pada 1976 berdasarkan Companies Ordinance Hong Kong. Sebanyak 99,83 persen saham Petral dimiliki Pertamina.

"Selama ini Petral dihujani berbagai kecurigaan walau kemudian tetap menguap. Saat ini kasusnya sudah bisa terkuak jika aparat hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) teliti memilih akar masalahnya," ujar Junisab Akbar yang berdarah Sumatera Barat itu.

Petral yang didirikan untuk memenuhi kebutuhan minyak dan gas Pertamina sudah lama dicurigai dijadikan sebagai "mainan" pihak tertentu untuk mendapatkan komisi.

"Jikalau Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)  mau meluangkan pemikiran lebih tajam lagi sesuai perkembangan jaman, maka hasil (audit) itu bisa digunakan sebagai tambahan kertas kerja untuk menuntun auditor keuangan negara menelisik corporate crime yang merugikan keuangan negara secara lebih dalam," jelas Junisab Akbar.

Dia menyarankan  BPK tidak terlena dalam keributan yang saat ini muncul terkait hasil audit Korda Mentha.

"Gunakan saja hasil audit itu sebagai peluang untuk masuk ke persoalan Petral," imbaunya.

Junisab Akbar mengatakan dirinya yakin, sebagian besar komisisoner BPK akan melihat hasil audit itu dengan kecerdasan diimbangi hati nurani merah putih.

"Kami prediksi hanya sebahagian kecil saja orang BPK yang pro terhadap kejahatan Petral karena sudah pernah mendapatkan sesuatu. Mereka itu diduga kuat berinisial H, JP dan BA,"  kata dia tersenyum.

"Kami akan terus mengendus inisial lainnya karena kekayaan mereka kabarnya ramai-ramai disimpan di Hongkong lho," sambuangnya.

Menurut Junisab Akbar, berdasarkan info dan data yang ada plus berbagai keterangan sudah didapatkan auditor Australia dari orang-orang Petral sendiri, pihaknya sudah bisa memprediksi siapa saja yang bermain selama ini.

"Petunjuk itu misalnya dari BD mantan SPI Pertamina yang juga salah satu komisaris. Juga dari TN serta BI yang pernah menjadi pentolan di Petral yang pernah diduga disebut tidak kooperatif oleh Dirut PT Pertamina Dwi Sutjipto. Ditambah lagi pengakuan dari seorang pengusaha di luar kelompok pengusaha biang kerok Petral yang sudah mulai membuka mulut yakni JAS," demikian mantan anggota Komisi III DPR RI itu. [dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Kopilot Malaysia Ngaku Diupah Rp220 Juta Selundupkan 26 Kg Ekstasi ke Jakarta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:20

Merdeka dalam Keserakahan: Ilusi Kemerdekaan di Usia 81 Tahun

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:02

Polda Metro Masih Selidiki Dugaan Pencabulan oleh Oknum Pendeta

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:52

Loyalis Anies Dicecar KPK soal Jual Beli Properti di Kasus TPPU Rita Widyasari

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:25

Begini Respons Deddy Sitorus Usai Dilaporkan KWP ke MKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:02

Warga Tuban Terdampak Debu Pabrik, Semen Indonesia Mangkir Dipanggil DPRD

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:11

Terjang Ombak, Dedikasi Mantri BRI Buka Jalan Akses Finansial Pulau Seram

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:02

Bea Cukai Ciduk Kopilot Kurir Narkoba, Duit Negara Rp207,9 Miliar Selamat

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:41

Transformasi Danantara Dongkrak Pendapatan Telkom hingga Tembus Rp75,9 Triliun

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:22

Polda Metro Jaya Cokok 728 Tersangka Curanmor

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:06

Selengkapnya