Berita

maroef sjamsoeddin/net

Politik

Di Pertemuan Pertama, Setnov Minta Maroef Menemuinya Seorang Diri

KAMIS, 03 DESEMBER 2015 | 14:33 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Pada bulan April 2015, tiga bulan setelah ia menjabat Presdir PT Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin, akhirnya menemui Ketua DPR RI, Setya Novanto.

Hal itu dikatakan Maroef saat bersaksi dalam sidang MKD DPR RI, di Gedung Nunsatara II, Jakarta, Kamis (3/12). Sebelumnya ia mengaku pertemuan dengan Setya Novanto itu atas saran dari Komisaris PT Freeport Indonesia, Marzuki Darusman.

Ia pun kemudian mengajukan permohonan courtesy visit. Permohonan tak hanya dilayangkan kepada Setya selaku Ketua DPR, tapi juga ke Ketua Dewan Perwakilan Daerah RI dan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat RI.


"Karena yang meminta seorang pejabat tinggi negara, saya berpikir saya lebih sopan, saya yang minta pertemuan dengan courtesy visit, tidak hanya kepada Ketua DPR, tapi juga Ketua DPD dan juga Ketua MPR RI,” jelas Maroef.

Ketika menemui Ketua DPD dan MPR, lanjut Maroef, pertemuan dilakukan resmi bersama para staf masing-masing pihak. Namun tidak demikian saat hendak bertemu Setnov. Dia diminta mendatangi Ketua DPR seorang diri tanpa didampingi staf.

"Kecuali dengan Ketua DPR RI, di ruangannya stafnya mengatakan kepada sespri saya bahwa yang masuk hanya saya sendiri," ujar Maroef.

Ditegaskannya, permintaan untuk bertemu seorang diri itu atas permintaan Setnov.
 
Dalam pertemuan itu, Maroef membawa dokumen yang isinya antara lain data kontribusi Freeport terhadap masyarakat di Papua, Pertemuan pun berlangsung sekitar 30-40 menit.

Di ujung, Setya menutup perbincangan dengan ajakan bertemu lagi.

"Pak Maroef, kapan-kapan kita ketemu lagi ya. Kita ngopi-ngopi," ujar Maroef, menirukan ucapan Setnov. [ald]

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

UPDATE

Gus Yaqut dan Jokowi, Siapa yang Benar?

Minggu, 01 Februari 2026 | 04:09

Ketika Eropa Abad ke-18 Begitu Jorok, Terbelakang, dan Menjijikkan

Minggu, 01 Februari 2026 | 04:05

Eks Relawan: Jokowi Manusia Nggedabrus

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:33

Mantan Ketua LMND Muhammad Asrul Gabung PSI

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:12

Kentungan Oranye Anies

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:01

Pemain Saham Gorengan Bakal Disikat

Minggu, 01 Februari 2026 | 02:27

MUI: Board of Peace Neokolonialisme Gaya Baru

Minggu, 01 Februari 2026 | 02:17

Jokowi Hadiri Rakernas PSI, tapi Tak Sanggup ke Pengadilan, Warganet: Penyakit Kok Pilih-pilih

Minggu, 01 Februari 2026 | 02:01

Prabowo Pede Fundamental Ekonomi RI Tetap Kuat di Tengah Gejolak Pasar Modal

Minggu, 01 Februari 2026 | 01:15

Pengangkatan 32 Ribu Pegawai Inti SPPG Jadi PPPK Picu Kecemburuan

Minggu, 01 Februari 2026 | 01:06

Selengkapnya