Indonesia menargetkan 33 atlet lolos dan bertanding di Olimpiade Rio de Janeiro Brazil tahun depan. Kendati langkah ke sana cukup berat, Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) optimistis target itu akan tercapai.
"Proses kualifikasi masih banyak yang berjalan hingga pertengahan tahun depan. Jika mampu meraih hasil terbaik maka otomatis akan lolos," kata Ketua Satlak Prima Ahmad Sucipto di Kantor PP ITKON Kemenpora Jakarta, Rabu malam (2/12).
Hingga saat ini baru empat cabang olahraga yang sudah memastikan diri mengirimkan atlet ke Brazil yaitu atletik, panahan, angkat besi dan bulu tangkis. Khusus untuk bulu tangkis, proses kualifikasi masih berjalan hingga pertengahan 2016.
Maria Londa merupakan atlet Indonesia yang lolos pertama ke olimpiade setelah lompatannya sejauh 6,70 meter pada SEA Games 2015 di Singapura masuk limit yang ditetapkan. Atlet asal Bali ini berpeluang turun didua nomor yaitu lompat jauh dan lompat jangkit.
Untuk panahan ada dua atlet yang lolos di nomor recurve yaitu Riau Ega dan Ika Yuliana. Sedangkan untuk angkat besi ada tujuh atlet yang telah lolos yaitu Surahmad, Eko Yuli Irawan, Ketut Ariyana, Hasbi, Sri Wahyuni dan Sinta Darma Riyani.
"Untuk bulu tangkis, jika dilihat dari ranking memang banyak yang sudah lolos. Tapi untuk penentuannya baru dilakukan pada pertengahan tahun depan. Masih banyak pertandingan yang akan dijalani," tambah Sucipto.
Sucipto mencontohkan pemain tunggal putra Tommy Sugiarto. Saat ini anak dari eks pemain nasional Icuk Sugiarto itu berada diperingkat 10 dunia. Tapi masih ada enam pertandingan kualifikasi yang harus dijalani. Dengan demikian, Tommy masih harus bekerja keras untuk lolos.
Selain empat cabang olahraga tersebut, Indonesia masih akan terus mengejar tiket ke Brazil. Cabang olahraga yang terus didorong untuk lolos dan saat ini masih menjalani kualifikasi yaitu balap sepeda, renang, judo dan dayung.
"Untuk balap sepeda peluangnya di nomor BMX melalui Elga Kharisman. Memang saat ini masih berada di peringkat 36 dunia. Untuk lolos harus mampu berada di peringkat tujuh pada kejuaraan kualifikasi terakhir," kata pria yang juga Ketua PB PODSI itu.
Sementara itu, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Djoko Pekik Irianto mengatakan, target 33 atlet lolos ke olimpiade memang tugas yang cukup berat. Pihaknya menilai, bisa lolos 80 persen dari target dinilai sangat bagus.
"Semuanya masih dalam proses meski ada cabang olahraga yang kemungkinan besar tidak bisa menambah atlet untuk lolos ke olimpiade," katanya.
Pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016, kontingen Indonesia akan dipimpin oleh Raja Sapta Oktohari. Bukan tugas yang mudah bagi Ketua Umum PB ISSI itu karena dituntut mampu menjalin komunikasi dengan semua pihak demi mengejar prestasi terbaik
.[wid]