Berita

foto:net

Sudirman Said Dan Setya Novanto Sama-sama Pecundang

KAMIS, 03 DESEMBER 2015 | 08:10 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Skandal perpanjangan kontrak Freeport ternyata memposisikan Menteri ESDM Sudirman Said seperti pahlawan dan sebaliknya menghakimi Ketua DPR Setya Novanto sebagai pecundang. Bahkan di media sosial Setnov sudah divonis bersalah seiring dengan makin populernya tagar #papamintasaham.

"Kalau hanya melihat dari langkah Sudirman melapor ke MKD kemudian sampai tersebarnya transkip rekaman Setnov bersama Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (Maroef Sjamsuddin), maka stigma yang berkembang di masyarakat tidak bisa disalahkan. Namun kalau ditarik panjang ke belakang, jelas Sudirman melanggar undang-undang," kata Sekjen Humanika, Sya'roni kepada redaksi, Kamis (3/12).

Tindakan Sudirman yang melanggar hukum antara lain‎ mengizinkan Freeport mengekspor konsentrat meskipun belum membangun smelter, dan mengeluarkan surat yang menjamin perpanjangan kontrak Freeport setelah 2021.


"Kenyataan, melihat Sudirman tampil seperti pahlawan itu yang patut dikoreksi. Status Sudirman tidak lebih baik dari kasus pencatutan oleh Setnov. Keduanya sama saja ingin menangguk keuntungan dari Freeport," imbuh Sya'roni.

Hemat dia, alur cerita menyesatkan yang memposisikan Sudirman seolah-olah jadi pahlawan harus segera dihentikan. Seperti di dunia penyiaran ada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang selalu bertindak jika ada acara televisi yang dianggap menyimpang, maka untuk mengurai skandal Freeport harus ada "KPI" yang menyetop alur cerita menyesatkan terse‎but.

"Jawabannya hanya di tangan Jokowi. Sebagai presiden, Jokowi mestinya segera bertindak memecat anak buahnya yaitu Sudirman yang sudah terbukti memanfaatkan jabatan untuk melayani Freeport," imbuhnya.

Namun, apakah kapasitas Jokowi mampu melakukan itu? Hal ini yang sampai sekarang masih ditunggu-tunggu karena sejak kasusnya meledak, menurut Sya'roni, Jokowi belum pernah tampil mengeluarkan pernyataan yang komprehensif.

Selama ini yang muncul hanya katanya dan katanya yang disampaikan oleh Sudirman, Luhut Panjaitan dan Wapres JK. Pernyataan ketiganya yang saling kontradiktif, bahkan menimbulkan keraguan apakah benar yang disampaikan itu dari Jokowi.

"Sebelum alur cerita ini makin runyam, sebaiknya Jokowi segera bertindak. Publik berharap Jokowi tidak digigit oleh musang berbulu domba yang saat ini tengah mengendap-endap menunggu kelengahan Jokowi," demikian Sya'roni. [rus]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Kopilot Malaysia Ngaku Diupah Rp220 Juta Selundupkan 26 Kg Ekstasi ke Jakarta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:20

Merdeka dalam Keserakahan: Ilusi Kemerdekaan di Usia 81 Tahun

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:02

Polda Metro Masih Selidiki Dugaan Pencabulan oleh Oknum Pendeta

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:52

Loyalis Anies Dicecar KPK soal Jual Beli Properti di Kasus TPPU Rita Widyasari

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:25

Begini Respons Deddy Sitorus Usai Dilaporkan KWP ke MKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:02

Warga Tuban Terdampak Debu Pabrik, Semen Indonesia Mangkir Dipanggil DPRD

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:11

Terjang Ombak, Dedikasi Mantri BRI Buka Jalan Akses Finansial Pulau Seram

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:02

Bea Cukai Ciduk Kopilot Kurir Narkoba, Duit Negara Rp207,9 Miliar Selamat

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:41

Transformasi Danantara Dongkrak Pendapatan Telkom hingga Tembus Rp75,9 Triliun

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:22

Polda Metro Jaya Cokok 728 Tersangka Curanmor

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:06

Selengkapnya