Rider senior, Kurniadi Mustopo alias Adi Katompo memenangi kejuaraan equestrian FEI World Jumping Challenge Indonesia 2015.
Kurniadi yang turun dengan kuda APM Levisto Big Boy mengumpulkan poin tertinggi pada tiga putaran kejuaraan yaitu 35 poin pada kejuaraan yang digelar dalam tiga putaran pada 22 November, 25 November, dan terakhir Minggu, 29 November 2015. Keberhasilan ini membawa Adi berpeluang tampil di kejuaraan dunia FEI World Jumping Challenge Indonesia 2015.
Peringkat kedua ditempati Raymen Kaunang dengan kuda Conguistador (Pegasus Stable DKI Jakarta) 27 poin. Brayen Brata Coolen dengan kuda Labelle 140 (Aragon Equestrian Sport) di urutan ketiga dengan 26 poin, sementara Joko Susilo dengan kuda Saltador (Pegasus) menempel di posisi keempat dengan 18 poin.
Titin Irvianti Ibrahim, juri Show Jumping FEI mengatakan, nantinya hasil yang dicapai Kurniadi Mustopo ini akan dibawa ke FEI dan dikomparasi dengan negara-negara yang tergabung di Grup 9 yaitu Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina dan India.
Dari hasil itu, bila poin Adi lebih baik dari perwakilan negara-negara lain, maka ia akan mewakili Grup 9 tampil di FEI World Jumping Challenge Indonesia 2015. Sejauh ini FEI masih belum memastikan tempat dan waktu penyelenggaraan FEI World Jumping Challenge Indonesia 2015.
"Setelah lima tahun meninggalkan dan tidak melihat equestrian di Indonesia, sekarang saya merasa surprised karena equestrian Indonesia sudah sangat maju dibandingkan beberapa tahun lalu. Dari situ saya optimis peluang Kurniadi lolos ke kejuaraan dunia cukup besar, apalagi persaingan di tiga putaran FEI World Jumping Challenge Indonesia 2015 ini sangat ketat," ujar Titi yang kini menetap di Singapura.
Sukses Kurniadi atau Adi Katompo tidak lepas dari konsistensi penampilannya di tiga putaran kejuaraan. Padahal di putaran pertama, Adi gagal naik podium. Namun dengan kematangan dan pengalamannya Adi mampu muncul dari belakang dan mendahului rider-rider lain yang sempat menonjol di dua putaran awal. Hasilnya, meski pada putaran ketiga hanya menempati peringkat ketiga di kelas open class, Adi tetap menjadi pengumpul poin tertinggi 35.
Keberhasilan Kurniadi Mustopo menjadi wakil Indonesia untuk tampil di FEI World Jumping Challenge sebenarnya bukan yang pertama. Ia sudah tampil di FEI World Jumping Challenge Indonesia sejak kejuaraan ini diwajibkan FEI di setiap national federation. Tapi kebetulan saat dia menjadi juara, Indonesia justru tidak mengirimkan wakilnya.
Sejauh ini, sudah ada empat rider yang pernah mewakili Indonesia di FEI World Jumping Challenge yaitu Resy Radinal, Mario Wowiling, Brayen Brata Coolen, dan Albert Palelau.
"Saya tidak beruntung saja waktu itu. Semoga kali ini saya beruntung dan bisa tampil di FEI World Jumping Challenge," ungkap Kurniadi Mustopo.
Terkait hasil ini, Adi mengaku hanya berusaha tampil konsisten. Apalagi sejak ia gagal bersinar di putaran pertama. Dari situ ia terus belajar dan menyesuaikan kondisi APM Levisto Big Boy, khususnya pada putaran ketiga yang lintasannya basah karena diguyur hujan
.[wid]