Berita

ketua dan wakil ketua mkd/net

Politik

MKD Jangan Jadi Kaki-Tangan Freeport

SENIN, 30 NOVEMBER 2015 | 12:58 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Karena menyangkut kehormatan serta kedaulatan bangsa dan negara, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI harus bekerja profesional dan proporsional. MKD tidak boleh menjadi kaki tangan PT Freeport, apalagi jadi alat Menteri ESDM, Sudirman Said, untuk menyelamatkan diri dari reshuffle kabinet‎
 
"Ingat, MKD sudah terlanjur jadi bagian kehidupan kita dalam berbangsa dan bernegara. Produk MKD harus sebesar-besar demi kemaslahatan, kehormatan dan kedaulatan bangsa. Bukan sekadar urusan internal DPR,” kata koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhie M. Massardi, kepada wartawan, Senin siang  (30/11).
 
Jurubicara Presiden era Gus Dur ini mengingatkan agar MKD profesional dan mendudukkan persoalan secara proporsional, yaitu terkait keinginan PT Freeport Indonesia memperpanjang kontrak karya dengan berusaha melawan hukum.


MKD mesti menyadari, seperti diungkapkan Menko Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli, bahwa terjadi persengkongkolan antara Freeport dengan salah satu menteri (Sudirman Said) dengan berusaha mengbah peraturan pemerintah, demi memuluskan perpanjangan kontrak karya agar seolah legal.
 
"Jadi, tugas utama MKD adalah menjawab pertanyaan paling mendasar untuk selanjutnya menjadi materi persidangan. Yakni, apakah Menteri ESDM akan membuka rekaman pertemuan tertutup Presdir PT Freeport dengan Ketua DPR Setya Novanto, apabila PT Freeport berhasil mengakali pemerintah Indonesia memperpanjang kontrak karya secara melawan hukum itu?” ujar Adhie.
 
"Kita harus mengawasi jangan sampai MKD jadi kaki-tangan PT Freeport, dipakai untuk menghukum pejabat Indonesia yang tidak mampu memperjuangkan misi dan keinginan mereka (untuk memperpanjang kontrak karya),” tambahnya.

Adhie berharap MKD bekerja serius untuk melahirkan tiga rekomendasi politik. Pertama, tentu untuk anggotanya apabila terbukti melanggar etika. Kedua, untuk pemerintah (Presiden Jokowi) agar mengawasi dan menertibkan PT Freeport dan perusahaan-perusahaan besar lainnya untuk tidak melakukan lobi-lobi secara tak terpuji dengan pejabat-pejabat tinggi negara.
 
"Dalam kaitan kasus ini, MKD juga wajib memberikan rekomendasi politik kepada pemerintah Obama, untuk melaporkan adanya perusahaan (PT Freeport) yang berpusat di AS terbukti melakukan praktek tercela di Indonesia. Amerika punya hukum sendiri untuk menindak perusahaan semacam ini," pungkas Adhie. [ald]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya