Berita

luhut pandjaitan

Sudirman Said Melaporkan, Kenapa Luhut Pandjaitan Kebakaran Jenggot

SENIN, 30 NOVEMBER 2015 | 00:11 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Sikap Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM, Luhut Binsar Pandjaitan yang tidak ingin memperpanjang kasus pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden untuk meminta saham Freeport disayangkan.

Pencatutan nama kedua pemimpin negara tersebut terungkap dalam rekaman pembicaraan antara Ketua DPR Setya Novanto, pengusaha Riza Chalid, dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Ma'roef Sjamsoeddin yang dibongkar Menteri ESDM Sudirman Said. Dalam rekaman tersebut, nama Luhut disebut sebanyak 17 kali.

"Nah itu, memang ini negara bapak moyang lo apa? Kenapa dia (Luhut Panjaitan) bilang nggak usah diperpanjang masalah Freeport," tegas pengamat politik senior, Prof. Tjipta Lesmana dalam diskusi Front Page Kantor Berita Politik RMOL "Bersih-bersih Kabinet, Menggusur Menteri Anti Nawacita dan Trisakti" di resto Dua Nyonya, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (29/11).


Pasalnya, Prof. Tjipta menilai tindakan Sudirman Said melaporkan kasus 'Papa Minta Saham' ke Mahkamah Kehormatan Dewan sudah tepat. Namun, dia heran melihat Luhut yang terkesan panik dan ingin kasus tersebut dikubur dalam-dalam agar tidak terendus keterlibatannya.

"Sudirman betul kalau melaporokan, kebakaran jenggot Luhut, kenapa? Malah bilang jangan perpanjang masalah ini," lanjut kesal dosen Universitas Pelita Harapan ini.

Padahal, berdasarkan analisa Prof. Tjipta kasus ini sama halnya dengan kasus Pelindo II sebelumnya. Ada pihak yang ingin masalah cepat diselesaikan dengan cara terhormat. Namun ada pula kalangan yang menginginkan masalah tersebut dihilangkan secara diam-diam agar masyarakat tidak mencurigai terdapat segelintir penguasa yang bermain disana.

"Sama kaya Pelindo, ada yang mau ketok palu cepat-cepat. Dibuka dewan pengawas, saya yakin banget, banyak permainan dalam perpanjangan kontrak JITC, sama kaya Freeport," kata Prof. Tjipta.

Oleh sebab itu, dia mengatakan sebetulnya bisa saja suara yang terekam dalam rekaman itu dideteksi sumbernya. Mustahil aparat kemanan tidak memiliki alat pendeteksi suara. Namun, karena ada kepentingan uang dibalik kasus 'Papa Minta Saham' itu jadi wajar saat ini semua petinggi-petinggi itu pura-pura tidak tahu.

"Yang paling krusial buka rekaman itu, gampang sekali. Ini malah pura-pura bego, polisi juga gitu, panggil tiga manusia itu. SS (Sudirman Said) dikasih oleh orang, ada yang main, kepentingan ada duit disana. SS kan deket dengan Sofyan Djalil, Sofyan deket JK, apa begitu? Ini ada pihak yang bermain. Pion-pion dibelakangnya ada gajah-gajah itu," demikian Tjipta. [zul]

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Relawan Jokowi: Rismon Sianipar Pengecut!

Jumat, 13 Maret 2026 | 01:05

UPDATE

Wisatawan Banjiri Kepulauan Seribu saat Libur Lebaran

Selasa, 24 Maret 2026 | 00:21

Kebakaran Rumah di Meruya, 75 Petugas Pemadam Diterjunkan

Selasa, 24 Maret 2026 | 00:00

10 Desa di NTT Terdampak Banjir

Senin, 23 Maret 2026 | 23:27

KPK Bawa Yaqut Cholil Qoumas ke RS Polri

Senin, 23 Maret 2026 | 23:05

Pengunjung Diimbau Tak Buang Sampah Sembarangan di Taman Bendera Pusaka

Senin, 23 Maret 2026 | 23:01

Yaqut Cholil Kembali ke Rutan KPK

Senin, 23 Maret 2026 | 22:48

Kim Jong Un Terpilih Lagi jadi Presiden Korut

Senin, 23 Maret 2026 | 21:45

Benang Kusut Pengelolaan Keuangan, Kepala BKAD Purwakarta Diminta Mundur

Senin, 23 Maret 2026 | 21:17

Arus Balik H+2 Lebaran Mulai Terlihat di Terminal Rajabasa

Senin, 23 Maret 2026 | 20:24

Pimpinan MPR Sambut Baik Langkah Presiden Prabowo Percepat Transisi Energi

Senin, 23 Maret 2026 | 19:55

Selengkapnya