Berita

muhammad as hikam/net

Politik

REKENING GENDUT

Usulan Menko Luhut Bisa Menghancurkan Indonesia

MINGGU, 29 NOVEMBER 2015 | 06:15 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Usulan Menko Polhukam Luhut Panjaitan agar pemilik rekening gendut tidak dihukum tetapi cukup diminta membayar pajak sebagai penyelesaian terhadap pelanggaran hukum yang mereka lakukan menuai kritik.

‎Pengamat politik senior Muhammad AS Hikam menilai solusi yang dikemukakan Luhut sebagai solusi pragmatis, jangka pendek dan cenderung berorientasi kepada kepentingan kelompok semata, bukan kepentingan bangsa dan negara yang sedang melakukan upaya pemberantasan korupsi dan penegakan hukum.

Dari sisi legalitas dan politis, menurut Hikam, usulan Luhut memiliki nalar dan argumentasi serta hasil yang efektif dalam menindak para pemilik rekening gendut. Sangat mungkin para pemilik rekening gendut akan berbondong-bondong mendaftar untuk membayar pajak asalkan mereka tidak kena hukuman.


Namun jika dikaji dari perspektif kepentingan negara dalam jangka panjang dan pembangunan karakter serta bangsa plus tilikan dari sisi etik, solusi yang ditawarkan Luhut kata Hikam, bisa mendorong permissivisme.

"Bukan tidak mungkin bahkan akan mendorong pada lahirnya pelecehan terhadap penegakan hukum, serta mendidik warganegara untuk tidak memikirkan masa depan bangsa dan negaranya," tulis Hikam di akun facebooknya.

Luhut, menurut doktor Ilmu Politik jebolan University of Hawaii at Manoa (UHM) Amerika Serikat ini, menampilkan dirinya lebih sebagai seorang penguasa ketimbang sebagai pemimpin, apalagi pemimpin negarawan. Selain itu, menurut dia, pendekatan yang diusulkan Luhut akan berdampak buruk pada upaya membangun rule of law yang berperi keadilan. Pasalnya, kebijakan yang mengistimewakan para pemilik rekening gendut jelas tidak akan berlaku bagi para penjahat biasa.

"Rasa keadilan kemudian bisa dikonversi dengan uang, dan ini akan menciptakan sinisme di kalangan warganegara yang tidak memiliki kemampuan seperti pemilik rekening gendut," imbuh Hikam.

Kebijakan seperti yang diusulkan Luhut, dalam hemat Hikam, sangat berbahaya bagi kelangsungan NKRI. Negara kelak tidak lagi berpijak pada landasan etika Pancasila, setidaknya landasan "Kemanusiaan yang adil dan beradab" dalam sila ke 2.

Menurut dia, pragmatisme ala Luhut yang mungkin efektif pada tataran instrumental dan jangka pendek pada akhirnya akan menghancurkan fondasi etik di mana kehidupan bernegara kita didirikan, ditegakkan, dan dipertahankan.

"Dengan kata lain, jika pendekatan LP ini diadopsi oleh para penyelenggara negara, khususnya aparat penegak hukum, maka hemat saya kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia akan terjerumus dalam sebuah jurang kehancuran," demikian Hikam.[dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya