Berita

ilustrasi/net

Hukum

Mayoritas Publik Masih Merasa Membutuhkan KPK

KAMIS, 26 NOVEMBER 2015 | 18:38 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Sebanyak 97,9 persen masayarakat Indonesia dari berbagai kalangan dan wilayah menganggap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sangat dibutuhkan keberadaannya saat ini.

Koordinator Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan ICW, Emerson Yuntho yang mengatakan itu dalam diskusi pemaparan hasil survei di kantor ICW, Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (26/11).

Menurutnya, hasil survei menunjukkan bahwa masyarakat memiliki harapan besar terhadap KPK. Bahkan, dapat dikatakan KPK memang dicintai oleh masyarakat.


"KPK dicintai publik tetapi tidak disukai parpol," kata Emerson.

Selain itu, lanjut dia, masyarakat juga menghendaki fungsi KPK sebagai lembaga memiliki kewenangan yang kuat dalam penyadapan. Ada sekitar 85,3 persen menilai bahwa KPK perlu memiliki kewenangan penyadapan dalam pemberantasan korupsi.

Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW, Donal Fariz juga mengatakan, refleksi masayarakat saat ini bergaris lurus dengan apa yang dilakukan oleh anggota DPR yang melakukan pelemahan KPK dengan merevisi UU KPK. Oleh sebab itu, hasil survei yang ada bisa menjadi landasan para anggota DPR yang merevisi. Terlebih banyak masayarakat yang tidak setuju dengan RUU KPK yang dinilai mengurangi wewenang KPK dalam menjalankan tugasnya.
 
"Hasil survei, ini refeleki keinginan publik terhadap sikap pemerintah dan DPR terhadap revisi UU KPK. Harusnya jadi baseline untuk mengurkur. Mayoritas karena responden tak stuju pengurangan kewenangn KPK," tegas Donal.

Padahal, apabila para wakil rakyat itu cerdas, kesempatan ini dapat dijadikan modal bagus bagi pemerintahan.

"Harusnya ini catatan pemerintah, masyarakat sangat butuh KPK ada. Kalau pemerintah dan DPR konsisten menjaga keberadaan KPK, tentu ini adalah kredit yang akan diterima pemerintah," sambungnya.

"Mempertahankan kwenangan saja kemudian melindungi KPK dari pelemahan merupakan sbuah harapan kalau kita mereflesikan keinginan publik. Ini sebenarnya harapan yang tersirat dalam hasil survey ini," demikian Donal. [sam]

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Relawan Jokowi: Rismon Sianipar Pengecut!

Jumat, 13 Maret 2026 | 01:05

UPDATE

Wisatawan Banjiri Kepulauan Seribu saat Libur Lebaran

Selasa, 24 Maret 2026 | 00:21

Kebakaran Rumah di Meruya, 75 Petugas Pemadam Diterjunkan

Selasa, 24 Maret 2026 | 00:00

10 Desa di NTT Terdampak Banjir

Senin, 23 Maret 2026 | 23:27

KPK Bawa Yaqut Cholil Qoumas ke RS Polri

Senin, 23 Maret 2026 | 23:05

Pengunjung Diimbau Tak Buang Sampah Sembarangan di Taman Bendera Pusaka

Senin, 23 Maret 2026 | 23:01

Yaqut Cholil Kembali ke Rutan KPK

Senin, 23 Maret 2026 | 22:48

Kim Jong Un Terpilih Lagi jadi Presiden Korut

Senin, 23 Maret 2026 | 21:45

Benang Kusut Pengelolaan Keuangan, Kepala BKAD Purwakarta Diminta Mundur

Senin, 23 Maret 2026 | 21:17

Arus Balik H+2 Lebaran Mulai Terlihat di Terminal Rajabasa

Senin, 23 Maret 2026 | 20:24

Pimpinan MPR Sambut Baik Langkah Presiden Prabowo Percepat Transisi Energi

Senin, 23 Maret 2026 | 19:55

Selengkapnya