Berita

Proses Evakuasi Perawat Yang Terkena Malaria Di Pedalaman Papua Sangat Mendebarkan

KAMIS, 26 NOVEMBER 2015 | 07:58 WIB | LAPORAN:

. Akhirnya, pesawat misionaris PK-RCC yang membawa pasien atas nama dr. Firman Budi beserta dua perawat Intan dan Ade yang terkena malaria di distrik Iwur pedalaman Papua, mendarat dengan selamat di Bandara Sentani, Jayapura. Ketiga pasien itu, dirawat di rumah sakit umum Yowari.
     
"Proses evakuasi sangat mendebarkan.‎ Semua pasien langsung dibawa ke RSU Yowari dengan bantuan mobil ambualance SAR," kata dr Graz Rimba dari Artha Graha Peduli Dokter yang mengkoordinasikan proses evakuasi," dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 26/11).

Menurut Graz, evakuasi sukses dilakukan dengan bantuan tim gerakan AG Peduli Dokter dan juga tim SAR, Kementerian Kesehatan dan Dinkes setempat.
    

    
"Artha Graha Peduli Dokter didirikan untuk membantu para dokter yang menjalankan tugas negara di daerah terpencil dan perbatasan negara. Jangan sampai ada dokter yang gugur dalam tugas negara seperti dokter Andra tempo hari," kata Graz Rimba.
‎
Diketahui, Selal kemarin (24/11), Graz m‎endapatkan info dari drg.Linda di Kemenkes bahwa ada yang mengalami sakit malaria di daerah kerja puskesmas Iwur. Informasi awal ada empat orang yang sakit dengan salah satunya dokter. Mereka tergabung dalam tim nusantara sehat yang ditugaskan ke pedalaman di indonesia.

Rabu kemarin (25/11), b‎agian operasi AMA memperoleh kemungkinan adanya pesawat yang bisa digunakan untuk evakuasi  dari iwur ke jayapura. ‎Pesawat itu  jenis Cessna Caravan registrasi PK-RCC. Petugas di Iwur diminta gar mereka standby di runway untuk diangkut menuju sentani.
       
"Rabu siang dr Firman Budi dan 2 Perawat berhasil dievakuasi dan kini mendapat perawatan yang lebih baik di RS Yowari," demikian Graz. [ysa]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya