Berita

Mustofa Assegaf/net

Hukum

MKD Skorsing Mustofa Assegaf Tiga Bulan

SELASA, 24 NOVEMBER 2015 | 01:45 WIB | LAPORAN:

Kasus pemukulan yang dilakukan anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PPP Mustofa Assegaf terhadap wakil pimpinan komisinya Ir. Mulyadi dari Fraksi Partai Demokrat menuntaskan hasil akhir.

Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) yang juga Ketua Panel Junimart Girsang mengatakan, rapat pada Kamis lalu (19/11) melalui hakim panel sudah membuahkan keputusan.

"MKD telah memutuskan hasilnya, melalui hakim panel, dan saya Ketua Hakim. Disana saya sudah putuskan hasilnya dari peristiwa tersebut, dan dalam minggu ini Insya Allah akan kita sampaikan kepada publik," ujarnya di gedung DPR, Jakarta, Senin (23/11).


Namun sayang, Junimart tidak bersedia menjelaskan sanksi apa sesungguhnya yang diberikan kepada Mustofa.

"Pokoknya sanksi berat dan ditunggu sajalah apa isinya. Pastinya sanksi itu hasil keputusan panel berjumlah tujuh orang, empat orang yang berasal dari luar DPR, diantaranya akademisi, ada ahli etika dan dari MKD sebanyak 3 orang," kilahnya.

Informasi yang dihimpun, sesungguhnya sanksi yang diberikan hakim panel terhadap Mustofa Assegaf masuk kategori berat karena dia dianggap telah melanggar kode etik anggota dewan. Yakni sanksi pemberhentian sementara (skorsing) selama tiga bulan. Sanksi tersebut lebih ringan dari perkiraan sebelumnya.

Hal yang meringankan Mustofa adalah sudah meminta maaf dan dimaafkan oleh Mulyadi atas tindakannya. Di samping itu Mulyadi juga sudah tidak lagi menuntut diberhentikannya Mustafa.

Ketika dikonfirmasi, Mulyadi membenarkan pada sidang tanggal 19 November kemarin ada sidang MKD. Ia juga membenarkan Mustofa Assegaf telah meminta maaf pada dirinya.

"Pak Mustofa sudah minta maaf dan mengaku menyesal. Dan saya juga dikonfirmasi mengenai keaslian surat permintaan maaf Pak Mustofa," ungkap politisi asal Sumatera Utara ini.

"Saya juga dikonfirmasi melalui telepon mengenai surat tersebut. Saya juga sudah menerima permintaan maaf Pak Mustofa yang disampaikan setulus-tulusnya kepada saya," pungkas Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat ini. [wah]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Safari Politik Jokowi Tak Pengaruhi Elektabilitas PDIP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:14

Seruan Reformasi Jilid II Bukan Aspirasi Mahasiswa

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:00

Safari Politik Jokowi cuma Demi Gibran dan Kaesang

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:41

Empat Nyawa Sudah Cukup, Setop Latsarmil SPPI

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:23

Sarasehan KPPG: Keterwakilan Perempuan 30 Persen Bukan Sekadar Kuota

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:06

Edi Hasibuan: Masyarakat Mulai Merasakan Perubahan Polri

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:03

Universitas Bakrie Tiga Besar dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:42

Pakai Dump Truk, Polisi Kawal Massa Pendukung MBG di Tuban

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:24

Jubir FAM UBK: Ada Aktor Intelektual Sengaja Rusak Citra Kampus dan Wapres

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:22

DPR Usul Kemenukbangga Jadi Penyalur BLT

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:03

Selengkapnya