Berita

Dunia

Yusril: Bu Retno, Apa Pernah Presiden China Bantah Klaim Atas Natuna?

MINGGU, 22 NOVEMBER 2015 | 08:53 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemerintahan Presiden Joko Widodo diingatkan untuk ekstra hati-hati dengan bahasa diplomatik Kementerian Luar Negeri China terkait klaim atas Kepulauan Natuna.

Permintaan tersebut disampakan pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra dalam akun twitternya, @Yusrilihza_Mhd.

Menurut Yusril, China bisa saja mengatakan tidak pernah mengklaim Natuna tetapi peta resmi yang disiarkan pemerintah Negeri Tirai Bambu menunjukkan sebaliknya.


"Dalam peta itu Pulau Natuna terletak di dalam wilayah laut yang diklaim milik China. Ini bertentangan dengan Unclos," kata Yusril.

Yusril pun mempertanyakan pernyataan Menlu Retno Marsudi yang mengatakan tidak pernah ada keberatan dari pihak mana pun, termasuk China, bahwa Natuna bukan milik Indonesia.

"Apa anda paham masalah ini? Apa Menlu Retno tidak paham bahasa diplomatik dan Unclos? Kalau China berhasil mengklaim laut tersebut sebagai teritorialnya, maka mengambil Pulau Natuna (bagi China) tinggal selangkah lagi. Silahkan anda bantah argumen saya," tantang Yusril.

Bagi Yusril, sikap Menlu Retno bahwa China tidak mengklaim Natuna didasarkan pada statemen Jubir Kemlu China merupakan sikap yang kurang bijak. Sebab, Jubir Kemlu China adalah pejabat eselon II yang pernyataannya tidak bisa dijadikan pegangan.

"Statemen Jubir Deplu itu setiap saat bisa dibantah atau"diluruskan" oleh dirjen dan menlu China. Coba tanya Bu Retno apa pernah Menlu China atau Presiden China membantah klaim mereka atas Natuna?" tantang Yusril.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya