Berita

ilustrasi:net

Olahraga

Di Indonesia Kian Terbuka Menjadi Tuan Rumah

Menpora Teken LOI Motogp
JUMAT, 20 NOVEMBER 2015 | 09:21 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Indonesia telah menindaklan­juti rencana menggelar MotoGP 2017 bersama Dorna Sport SL selaku promotor balapan kuda besi bergengsi tersebut.

Kemarin, Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi mewakili pemerintah sudah menandatangani Letter of Intention (LOI) atau kesepaka­tan awal guna memastikan satu kalender balap Valentino Rossi dkk berlangsung di Tanah Air.

LOI yang juga ditandatan­gani bos Dorna Sports Carmelo Ezpeleta itu secara langsung ren­cananya dikirim kembali hari ini atau paling lambat 20 November 2015. Hal Ini dibenarkan Kepala Komunikasi Publik Kemenpora, Gatot S Dewa Broto.


"Memang benar, Menpora baru saja menandatangani LoIdan akan segera dikirimkan ke Dorna paling lambat 20 November," katanya.

Respons yang dituangkan Menpora dalam LOI itu adalah mengusahakan memenuhi per­mintaan syarat yang diajukan Dorna Sport SL pada pertemuan antara Menpora dengan Ezpeleta 21 Oktober lalu.

Ada tiga syarat yang dimintakan Dorna Sports SLyakni dana, infrastrukstur, dan payung hu­kum.

LOI nantinya akan ditindak­lanjuti Dorna Sports SLdengan membawanya ke Sidang Umum Federation of International Motorcycling (FIM) pada 21 November di Wina, Austria. Sisanya yakni Master Plan dan Draft Keputusan Presiden Joko Widodo sebagai payung hukum gelaran MotoGP di Indonesia bisa disusul pada awal 2016.

Dengan penandatanganan ini, maka Indonesia sudah menda­patkan hak menyelenggarakan dan mempromosikan FIM Road Racing World Championship di Indonesia pada 2017 hingga 2019. LOI juga memastikan Indonesia tetap bisa bersaing dengan Kazakhstan, Thailand, Finlandia, Brasil, dan Cile yang juga berminat menggelar balap motor kelas utama tersebut.

Sampai saat ini kendala Indonesia menggelar MotoGP sendiri adalah soal dana dan in­frasturtur. Dana yang tergolong banyak plus perbaikan sirkuit membuat Indonesia dikejar waktu memenuhi persyaratan tersebut. ***

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya