Berita

M.Rusmandi/dok

Dunia

MENEROBOS ISRAEL, MELIHAT PALESTINA (16)

6.000 Roket Hamas Hujani Kota Sderot

JUMAT, 20 NOVEMBER 2015 | 10:37 WIB | OLEH: MUHAMMAD RUSMADI

Pada 26 hingga 31 Oktober lalu, wartawan Rakyat Merdeka, Muhammad Rusmadi mengikuti The Rambam Israel Fellowship Program di Israel, yang disponsori oleh Australia/Israel & Jewish Affairs Council (AIJAC). Berikut laporannya:

Kamis, 29 Oktober, kami mengunjungi Kota Sderot, di bagian barat Negev, Distrik Selatan, Israel. Kota ini hanya berjarak 840 meter dari Kota Gaza, yang dikuasasi oleh Hamas, Palestina.

Selama ini, mungkin banyak orang yang hanya tahu, Gaza dibombardir habis-habisan oleh Israel. Tapi sebenarnya, tak terhitung pula serangan-serangan roket maupun bom bunuh diri (Palestina menyebutnya bom syahid)  yang dilancarkan ke wilayah Israel.   


Salah satu serangan Israel ke Gaza juga dikenal dengan Perang Gaza (Operasi Cast Lead). Bagi yang berpihak pada Palestina, mereka menyebutnya Pembantaian Gaza, sementara Hamas menyebutnya Pertempuran al-Furqan.

Serangan ini terjadi selama tiga pekan, dari 27 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009. Israel berdalih, serangannya ke Gaza demi menghentikan serangan-serangan roket Hamas ke Israel, serta penyeludupan senjata ke Jalur Gaza.

Seluruh perumahan di Sderot ini memang dilengkapi gedung-gedung perlindungan dari serangan bom (bomb shelter), termasuk taman-taman bermain. Agar menarik perhatian anak-anak, bomb shelter ini dibentuk menarik, mirip ular yang diberi warna lucu.

Menurut Direktur Sderot Media Center, Noam Bedein, semua struktur bomb shleter yang mereka bangun sudah memenuhi standar dan telah diuji. "Semua warga dan anak-anak di kawasan ini juga sudah kami berikan pelatihan menyelamatkan diri bila terjadi serangan. Waktu berlari ke bomb shelter ini hanya 15 detik!" jelasnya.

Saat warga mendengar sirine peringatan bahaya, ujar pehobi travelling ini, mereka harus segera berlari masuk ke dalam bomb shelter. Dia lalu menunjukkan salah satu rekaman video kejadian nyata, saat anak-anak sedang bermain, tiba-tiba terdengar bunyi sirine. Mereka pun kemudian berhamburan menuju shelter. Mereka yang terlambat berlindung pun, akhirnya menjadi korban.
 
Setidaknya, sejak gerakan Intifada Kedua Palestina pada Oktober 2000, Sderot sering menjadi sasaran ribuan roket Qassam milik Hamas dan Jihad Islam. Hingga 23 November 2007, tercatat setidaknya 6.311 roket ditembakkan ke Sderot. Suratkabar harian nasional Israel Yediot Ahronoth melaporkan, selama musim panas 2007, sebanyak 3.000 warga dari kota berpenduduk sekitar 24.000 jiwa ini malah memilih hengkang. Sebuah rak yang dipenuhi bangkai-bangkai roket yang pernah ditembakkan ke Sderot, hingga kini juga masih bisa dilihat di sebuah pos polisi di kota ini.

Meski tak sebanyak” jumlah korban tewas di Gaza akibat serangan-serangan Israel, namun warga Israel, termasuk anak-anak, juga termasuk di antara korban tewas itu. Di antaranya, Afik Zahavi (4 tahun), tewas akibat serangan roket pada 28 Juni, 2004. Lalu Yuval Abebeh (4 tahun) dan Dorit (Mesarat) Benisian (2 tahun), tewas pada 24 September 2004. Bersambung

 

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya