Berita

Politik

Jokowi Pecat Segera Menteri Neolib dan Tak Becus Kerja

JUMAT, 20 NOVEMBER 2015 | 00:59 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Presiden Joko Widodo diharapkan untuk bertindak cepat dan tak ragu mengocok ulang komposisi Kabinet Kerja.

"Pergantian menteri kebutuhan mendesak. Presiden mesti menggunakan haknya secara penuh," ujar Wakil Sekjen Prodem Agung W Hadi kepada redaksi, Kamis (19/11).

Menteri yang harus dicopot, menurut Agung, adalah menteri yang berkarakter neolib, doyan membuat masalah ketimbang meyelesaikan masalah dan menteri yang kerjanya tidur siang di kantornya.

"Ada beberapa menteri yang Neolib sehingga ketika menjalankan programnya sangat bertolak belakang dengan visi Tri sakti dan Nawacita. Mereka antara lain Rini Soemarno (Menteri BUMN) dan Sudirman Said (Menteri ESDM). Kebijakan dua menteri ini banyak merugikan Negara dan kepentingan nasional dalam jangka panjang. Jokowi harus mencopot mereka," kata Agung.

Menteri yang peranannya strategis dan berhubungan langsung dengan kepentingan rakyat tapi tidak bisa berbuat apa-apa juga harus jaid perhatian Jokowi. Mereka, dalam hemat Agung, antara lain Menteri UKM dan Koperasi Puspayoga, Menteri Desa Marwan Jafar dan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri.

"Presiden Jokowi juga harus mencopot nama-nama ini," sambung Agung.

Menurut Agung menteri-menteri kualitas KW 2 dan tidak memahami Tri sakti dan Nawacita sebagai "GBHN" nya pemerintahan Jokowi akibat kompromi dalam penyusunan kabinet tahun lalu. Jokowi harus kompromi dengan berbagai kepentingan politik seperti Jusuf Kalla, Surya paloh dan partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat.

Dalam hemat Agung, Presiden Jokowi harus memilih pengganti mereka dengan figur-figur yang punya ideologi dan keberpihakan kepada rakyat serta kepentingangan nasional. Menteri baru yang dipilih juga harus memiliki kompetensi dan leadership.

Jokowi, katanya, harus memastikan menteri-menterinya adalah "The All President Man". Artinya Jokowi yang harus memilih menterinya sendiri dan dapat dipastikan mereka loyal dengan Trisakti dan Nawacita.

"Kepala BIN Sutiyoso juga harus diganti karena gagal mendeteksi dan melakukan pencegahan terhadap konflik SARA di masyarakat. Konflik SARA membahayakan Negara," masih kata Agung.[dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya