Berita

haris rusli/net

Kalau Tak Mau Disebut Bagian Dari Mafia, Jokowi Harus Laporkan Setya Novanto Ke Polisi

KAMIS, 19 NOVEMBER 2015 | 04:34 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan harus melaporkan Ketua DPR Setya Novanto dan pengusaha minyak Muhammad Reza Chalid ke aparat penegak hukum.

Jokowi, JK dan Luhut perlu melaporkan Novanto dan Reza yang sudah sering disebut sebagai mafia atas tuduhan penipuan.

"Jika tidak memproses kejahatan pidana penipuan kedua orang itu (Novanto dan Reza), maka patut diduga kuat baik presiden, wapres maupun menkopolhukam adalah bagian dari mafia," kata aktivis Haris Rusli Moti dalam pesan yang dipancarluaskannya kemarin (Rabu, 17/11).

Jika tidak ada tindakan hukum, kata Haris, maka isu mengenai permintaan saham kepada Freeport untuk Presiden Jokowi, Wapres JK dan Menteri Luhut benar adanya..

"Patut diduga pertemuan yang terekam dan pencatutan nama (oleh Novanto dan Reza) atas sepengetahuan dan seizin mereka," sambung mantan Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik (PRD) itu.

Pernyataan Haris disampaikan sebagai komentar atas pernyataan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti yang mengatakan bahwa pencatutan nama seseorang demi memperoleh keuntungan dapat dikategorikan sebagai tindak pidana penipuan.

Badrodin menyampaikan hal itu menanggapi dugaan pencatutan nama Presiden Jokowi dan Wapres JK oleh Ketua DPR Setya Novanto, seperti dilaporkan Menteri ESDM Sudirman Said.

Namun, kata Badrodin melanjutkan, penegak hukum tidak dapat serta-merta melakukan penindakan. Pengusutan perkara itu harus didahului oleh laporan dari pihak yang merasa menjadi korban, dalam hal ini Presiden dan Wakil Presiden.

"Kalau yang dicatut enggak mempersoalkan, ya enggak apa-apa, apalagi minta saham itu kan belum terjadi. Beda soal kalau sudah terjadi," ujar Badrodin. [dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Kopilot Malaysia Ngaku Diupah Rp220 Juta Selundupkan 26 Kg Ekstasi ke Jakarta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:20

Merdeka dalam Keserakahan: Ilusi Kemerdekaan di Usia 81 Tahun

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:02

Polda Metro Masih Selidiki Dugaan Pencabulan oleh Oknum Pendeta

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:52

Loyalis Anies Dicecar KPK soal Jual Beli Properti di Kasus TPPU Rita Widyasari

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:25

Begini Respons Deddy Sitorus Usai Dilaporkan KWP ke MKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:02

Warga Tuban Terdampak Debu Pabrik, Semen Indonesia Mangkir Dipanggil DPRD

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:11

Terjang Ombak, Dedikasi Mantri BRI Buka Jalan Akses Finansial Pulau Seram

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:02

Bea Cukai Ciduk Kopilot Kurir Narkoba, Duit Negara Rp207,9 Miliar Selamat

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:41

Transformasi Danantara Dongkrak Pendapatan Telkom hingga Tembus Rp75,9 Triliun

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:22

Polda Metro Jaya Cokok 728 Tersangka Curanmor

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:06

Selengkapnya