Berita

sya'roni/net

Politik

Setya Novanto Sudah Tak Layak Jabat Ketua DPR

KAMIS, 19 NOVEMBER 2015 | 04:06 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Tindakan Ketua DPR Setya Novanto 'merengek' ke Wapres Jusuf Kalla berbuah kecaman. Novanto didesak segera mundur karena dianggap telah menjatuhkan wibawa jabatan ketua wakil rakyat.

"Agar marwah Ketua DPR tetap terjaga, sebaiknya Novanto mengundurkan diri saja. Masih banyak wakil rakyat lainnya yang lebih layak memimpin DPR," kata Sekretaris Jendaral Himpunan Masyarakat Untuk Keadilan dan Kemanusiaan (Humanika) Sya'roni kepada Kantor Berita Politik RMOL tadi malam (Rabu, 17/11).

Sya'roni mengatakan kedatangan Novanto ke Istana Wapres untuk mengklarifikasi kasus pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden telah mendegradasi jabatan ketua DPR yang dalam struktur ketatanegaraan memiliki kedudukan sederajat dengan presiden.

Menurut Sya'roni, saat menapakkan kaki di Istana Wapres, di saat itulah wibawa Novanto sebagai Ketua DPR sirna. Novanto datang dengan merasa sebagai pihak yang bersalah dan bermaksud untuk meluruskan persoalan.

"Mungkin ini baru pertama kali seorang Ketua DPR datang ke Istana Wapres hanya untuk mengklarifikasi sesuatu. Kalau merasa benar, mestinya Novanto anteng-anteng saja di Senayan. Dalam posisi demikian, Novanto sudah tidak layak menjabat sebagai Ketua DPR," imbuhnya.

Sya'roni mengatakan seharusnya Novanto meniru Akbar Tandjung. Sewaktu menjabat sebagai Ketua DPR, Akbar yang merupakan senior Novanto di Golkar tersangkut kasus Bulog Gate II. Meskipun harus dipenjara dan diadili, dia bersikukuh tidak bersalah dan tetap menjaga kewibawaan dan marwahnya sebagai Ketua DPR.

"Akbar tidak merengek ke pihak manapun untuk menjelaskan kasusnya, dan fokus berjuang di meja pengadilan hingga akhirnya di tingkat kasasi dinyatakan menang. Tapi apa yang dilakukan Novanto? Belum-belum dia sudah "merengek" ke wapres. Jatuhlah wibawa Ketua DPR," tukas Sya'roni.[dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya