Berita

Jokowi dan JK Didorong Laporkan Setya Novanto Ke Polisi

RABU, 18 NOVEMBER 2015 | 16:52 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ketua Umum Aliansi Nasionalis Indonesia (Anindo), Edwin Henawan Soekowati, mendorong Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk melaporkan Ketua DPR RI Setya Novanto yang diduga telah melakukan pencatutan nama keduanya ke pihak berwajib.

‎"Jika benar dugaan sementara bahwa Setya Novanto sebagai Ketua DPR RI telah mencatut nama Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla, maka pemerintah harus melaporkan Setya Novanto kepada Bareskrim Polri atas dugaan telah terjadi tindak pidana pencemaran nama baik dan fitnah terhadap Institusi Negara yaitu Lembaga Kepresidenan," kata Edwin kepada wartawan di Jakarta, Rabu (18/11).

‎Menurut mantan anggota MPR/DPR Fraksi PDI periode ‎1987-1992 ini, proses hukum sangat penting agar bisa menimbulkan efek jera bagi pelakunya siapapun dia, tanpa pandang bulu.

‎Selain mendorong pemerintah melaporkan Setya Novanto ke pihak berwajib, Edwin juga berharap untuk segera DPR  memberhentikan Setya Novanto dari Jabatannya selaku Ketua DPR RI.

‎"Sudah banyak prilaku yang tidak terpuji dilakukan oleh Setya Novanto selama menjadi Ketua DPR RI," kata mantan a‎nggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk pemilihan umum (pemilu) 1999 ini.

‎Edwin kemudian menyebut beberapa tindakan Setya Novanto yang mendapat kritikan dari masyarakat baru-baru ini. Diantaranya soal pertemuan dengan Donald Trump dan penggunaan plat nomor kendaraan dinas DPR RI pada mobil pribadinya, yang juga tidak pantas dilakukan sebagai pejabat publik.

‎"Prilaku Setya Novanto sering kontraproduktif, kontroversial dan tidak menunjukan sikap sebagai seorang negarawan yang memimpin Lembaga Tinggi Negara Yang Terhormat ketika perilakunya yang tidak terpuji sering disorot media dan menjadi beban Lembaga tersebut," imbuhnya.

‎Oleh karena itu, sambung Edwin, dirinya mendorong seluruh anggota DPR dari seluruh Fraksi untuk mengganti  Setya Novanto dari kursi Ketua DPR RI.

‎"Harus ada langkah politik yang diambil terkait hukuman MKD kepada Novanto jika terbukti bersalah. Jangan sampai citra DPR yang sudah buruk, semakin terpuruk atas perilaku Ketua DPR," katanya.

‎Sementara di lain sisi, Edwin juga menegaskan, jika nantinya laporan Menteri ESDM Sudirman Said terhadap Setya Novanto itu tidak terbukti, maka dirinya mendorong Setya Novanto untuk melakukan langkah serupa terhadap Menteri ESDM Sudirman Said.

"‎Jika tidak terbukti, maka Setya Novanto harus melaporkan Sudirman Said ke pihak berwajib juga. Dan saya juga mendorong agar Presiden untuk mencopot posisi Sudirman Said sebagai Menteri ESDM," ucapnya.

‎Di bagian lain Edwin juga mendesak penegak hukum untuk mengusut sosok pengusaha berinsial R yang disebut-sebut  mendampingi Setya Novanto dalam dengan Direktur Utama PT. Freeport Indonesia, Maroef Sjamsuddin, itu.

‎Pengusaha R yang juga diduga selama ini menjadi godfather perdagangan impor migas yang berpotensi merugikan negara ratusan triliunan rupiah per tahunnya.

‎Edwin mengingatkan, kasus ini jangan dianggap remeh dan dibiarkan seperti tertiup angin senja. Kasus ini harus diusut tuntas. Karena telah mempermainkan sekaligus merendakan lembaga negara, baik itu lembaga Kepresidenan maupun DPR RI.

‎"Jangan sampai negara kita dianggap negara main-main. Presiden main-main dan lembaga DPR juga main-main. Yang dikorbankan rakyat yang dipermainkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab," tandas Edwin.[dem]‎

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya