Berita

Politik

Kasus Setnov Momentum Evaluasi Keberadaan Freeport!

RABU, 18 NOVEMBER 2015 | 14:20 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Keberadaan perusahaan asing seperti Freeport dinilai tak memberi dampak positif bagi bangsa dan negara Indonesia.

"48 tahun PT Freeport di Indonesia azas kemanfaatan kepada bangsa ini sangat minim," ujar legislator PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu di gedung KPK, Rabu (18/11).

Menurutnya, banyak pelanggaran sistemik yang diperbuat perusahaan pengelola emas asal Amerika Serikat itu.


"Kita tahu itu emas yang di sana, aksi perusaahan PT Freeport untuk melanggengkan ekploitasinya di Indonesia, itu banyak melakukan pelanggaran perusakan lingkungan terus kemarin, kita pernah mendengar data yang di sampaikan oleh Kontras itu pernah memberikan uang keamanan 14 juta dolar AS kepada TNI-Polri," bebernya.

Oleh sebab itu, ia menegaskan, pengoperasian PT Freeport di republik ini harus segera dievaluasi, agar tidak terulang lagi peristiwa yang tengah hanya diberitakan belakangan mengenai anggota DPR meminta jatah saham.

"Cara bisnis ini kerap dilakukan oleh PT Freport di samping menyelidiki SN (Setya Novanto) yang dilaporkan ke MKD, keberadaan PT Freeport juga harus dievaluasi. Skandal rekaman yang diduga antara pimpinan DPR dengan PT Freeport. Nah ini momentum untuk mengevaluasi," imbuh anggota Komisi III DPR tersebut.[wid]




Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

UPDATE

34 Ribu Kendaraan Melintas Padalarang dan Lembang, Mayoritas Roda Dua

Rabu, 25 Maret 2026 | 15:55

Tinjau Terminal Pulo Gebang, Seskab Teddy Jamin Arus Balik Lancar

Rabu, 25 Maret 2026 | 15:38

Akui Coretax Bermasalah, Purbaya Perpanjang Deadline Lapor SPT hingga Akhir April 2026

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:48

Energi Filipina Masuk Zona Waspada, Presiden Marcos Aktifkan Mode Siaga

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:27

Dugaan Intervensi Politik Bayangi Penanganan Kasus Yaqut di KPK

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:10

Emas Mulai Ditinggalkan, Investor Lirik Bitcoin sebagai Aset Aman

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:06

Mendagri: Sumbar Capai 100 Persen Pemulihan Pascabencana, Sumut-Aceh Belum

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:39

Tren Nikah Melonjak Usai Lebaran, Kemenag Pastikan KUA Siaga Meski WFA

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:20

Ledakan Wisatawan Lebaran di Jabar, DPRD Ingatkan Waspada Bencana dan Pungli

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:01

IHSG Menguat ke Level 7.199 di Sesi I Rabu Siang, Ratusan Saham Menghijau

Rabu, 25 Maret 2026 | 12:28

Selengkapnya