Berita

Politik

KISRUH FREEPORT

Jokowi Sudah Bertemu Moffet, Kenapa Masih Gaduh?

RABU, 18 NOVEMBER 2015 | 05:05 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pengakuan Ketua DPR Setya Novanto tentang pertemuan dirinya bersama Presdir PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin menimbulkan beragam spekulasi.

Novanto mengatakan pertemuan yang juga dihadiri pengusaha minyak Reza Chalid terjadi atas ajakan Maroef.

Politisi Partai Gerindra Iwan Sumule termasuk yang terusik dengan pengakuan Novanto. Iwan mengaitkan pengakuan Novanto dengan transkrip pembicaraan pertemuan yang dimiliki Menteri ESDM Sudirman Said, dan dijadikan sebagai bukti melaporkan Novanto ke Majelis Kehormatan Dewan.

"Wah, ternyata Presdir PT Freeport Indonesia yang meminta Novanto ketemuan, kemudian merekam pembicaraan tersebut. Jebakankah, atau operasi bikin gaduh untuk tutupi kebodohan dan kegagalan negosiasi minta 6-7 persen (royalti) dari Freeport?" kata Iwan dalam pesan singkat yang dipancarluaskannya, malam tadi (Selasa, 17/11).

Dari rangkaian peristiwa yang ada, Iwan menduga ada yang memerintahkan Sudirman Said untuk menabuh kegaduhan. Sudirman hanya menjalankan perintah.

"Semua kan ingin cari untung. James Moffet sudah ketemu Joko (Joko Widodo), kok bisa gaduh?Harusnya ketika Moffet sudah ketemu Joko, tidak boleh ada gaduh lagi dong," katanya.

"Sekarang gaduh, artinya ada sesuatu. Mungkinkah tidak tercapai deal dan ada permintaan lebih yang diminta di luar kesepakatan kontrak karya yang tak bisa dipenuhi Moffet? Kemudian orang tersebut takut dibocorkan oleh Moffet, makanya memerintahkan Sudirman bikin gaduh. Ini yang harus ditelusuri," demikian Iwan Sumule.[dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Kopilot Malaysia Ngaku Diupah Rp220 Juta Selundupkan 26 Kg Ekstasi ke Jakarta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:20

Merdeka dalam Keserakahan: Ilusi Kemerdekaan di Usia 81 Tahun

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:02

Polda Metro Masih Selidiki Dugaan Pencabulan oleh Oknum Pendeta

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:52

Loyalis Anies Dicecar KPK soal Jual Beli Properti di Kasus TPPU Rita Widyasari

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:25

Begini Respons Deddy Sitorus Usai Dilaporkan KWP ke MKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:02

Warga Tuban Terdampak Debu Pabrik, Semen Indonesia Mangkir Dipanggil DPRD

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:11

Terjang Ombak, Dedikasi Mantri BRI Buka Jalan Akses Finansial Pulau Seram

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:02

Bea Cukai Ciduk Kopilot Kurir Narkoba, Duit Negara Rp207,9 Miliar Selamat

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:41

Transformasi Danantara Dongkrak Pendapatan Telkom hingga Tembus Rp75,9 Triliun

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:22

Polda Metro Jaya Cokok 728 Tersangka Curanmor

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:06

Selengkapnya