Pengakuan Ketua DPR Setya Novanto tentang pertemuan dirinya bersama Presdir PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin menimbulkan beragam spekulasi.
Novanto mengatakan pertemuan yang juga dihadiri pengusaha minyak Reza Chalid terjadi atas ajakan Maroef.
Politisi Partai Gerindra Iwan Sumule termasuk yang terusik dengan pengakuan Novanto. Iwan mengaitkan pengakuan Novanto dengan transkrip pembicaraan pertemuan yang dimiliki Menteri ESDM Sudirman Said, dan dijadikan sebagai bukti melaporkan Novanto ke Majelis Kehormatan Dewan.
"Wah, ternyata Presdir PT Freeport Indonesia yang meminta Novanto ketemuan, kemudian merekam pembicaraan tersebut. Jebakankah, atau operasi bikin gaduh untuk tutupi kebodohan dan kegagalan negosiasi minta 6-7 persen (royalti) dari Freeport?" kata Iwan dalam pesan singkat yang dipancarluaskannya, malam tadi (Selasa, 17/11).
Dari rangkaian peristiwa yang ada, Iwan menduga ada yang memerintahkan Sudirman Said untuk menabuh kegaduhan. Sudirman hanya menjalankan perintah.
"Semua kan ingin cari untung. James Moffet sudah ketemu Joko (Joko Widodo), kok bisa gaduh?Harusnya ketika Moffet sudah ketemu Joko, tidak boleh ada gaduh lagi dong," katanya.
"Sekarang gaduh, artinya ada sesuatu. Mungkinkah tidak tercapai deal dan ada permintaan lebih yang diminta di luar kesepakatan kontrak karya yang tak bisa dipenuhi Moffet? Kemudian orang tersebut takut dibocorkan oleh Moffet, makanya memerintahkan Sudirman bikin gaduh. Ini yang harus ditelusuri," demikian Iwan Sumule.[dem]