Berita

Bisnis

DPR Apresiasi Penggunaan Yuan Sebagai Alat Tukar

SELASA, 17 NOVEMBER 2015 | 05:44 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Keputusan pemerintah menyepakati penggunaan mata uang Yuan dan Rupiah dalam perdagangan dengan Republik Rakyat Tiongkok (China) disambut positif oleh parlemen. Cara demikian dinilai bisa menyelamatkan rupiah.

"Jika sifatnya hanya hubungan perdagangan dua negara (bilateral) itu sah-sah saja, akan tetapi hal ini tidak bisa digunakan serta diterapkan kepada negara lain," ujar anggota Komisi XI DPR RI, Donny Imam Priambodo dalam keterangan tertulis kepada redaksi, Senin (16/11).

Meski begitu, dia melihat masih banyak pertimbangan yang harus diperjelas jika ingin mematenkan Yuan Renminbi sebagai alat tukar dalam transaksi internasional.

Menurut Donny, peredaran dan pertukaran mata uang internasional masih didominasi US Dolar, yang mencatat angka 60%. Sedangkan 40% transaksi lain sebagian besar menggunakan mata uang yang masuk dalam Special Drawing Right (SDR) yaitu Yen, Euro dan Poundsterling.

Donny mengakui, posisi Tiongkok dalam percaturan ekonomi global saat ini tak bisa dipandang sebelah mata. Negara ini memiliki cadangan devisa cukup besar, dan hubungan dagangnya dengan negara-negara di dunia juga sangat luas. Kuatnya pengaruh Tiongkok dalam perekonomian global juga semakin tertopang dengan pelemahan nilai tukar US dolar belakangan ini.

"Kalau renminbi Yuan ini jadi reserve currency (cadangan mata uang), maka secara otomatis pangsa dari US Dolar sejumlah 60% akan terbagi," tutur legislator Fraksi Nasdem ini.

Namun, sekali lagi Donny mengingatkan kesepakatan itu bisa berimplikasi negatif jika diterapkan sewaktu renmimbi belum masuk dalam reserve currency (SDR). Ketika hal itu terjadi, Indonesia akan kesulitan memanfaatkan cadangan yuan renminbi, mengingat penggunaannya di skala internasional masih terbatas. Padahal, cadangan devisa Indonesia juga dibutuhkan untuk aktivitas ekonomi internasional dengan berbagai negara di dunia.

"Negara lain pasti akan bertanya ini mata uang apa? Sedangkan China memegang uang kita masih bisa ditukar ke US Dolar di negara lain. Nah ini reniminbi kita tukar ke negara lain tidak laku, nah ini yang menjadi perkara dan persoalnnya terkait renminbi," pungkasnya.[dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya