Berita

sudirman said/net

Politik

Awas, Jangan Terbuai Permainan Sudirman Said!

SELASA, 17 NOVEMBER 2015 | 00:19 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Manuver Menteri ESDM Sudirman Said menggembar-gemborkan hasil audit Petral-PES, dan melaporkan oknum anggota DPR yang mencatut nama presiden dan wakil presiden ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dinilai hanya pencitraan.

Pencitraan dilakukan Sudirman karena kinerjanya yang disorot ditengah menguatnya kabar reshuffle kabinet jilid II oleh presiden Jokowi.

"Jangan terbuai dengan permainan Menteri ESDM," kata peneliti Lingkar Studi Perjuangan (LSP) Agus Priyanto kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin malam (16/11).

Terkait isu Petral-PES, kata dia, publik harusnya ingat bahwa Sudirman sebenarnya merupakan bagian dari jaringan masa lalu di ISC Pertamina-Petral PES. Saat itu, Sudirman menjadi orang penting di sana bersama Ari Soemarno, kakak kandung Menteri BUMN Rini Soemarno.

Agus menyayangkan periodesasi audit Petral-PES yang terlampau singkat, hanya 2012 hingga 2015. Seharusnya, untuk mendapatkan gambaran yang menyeluruh tentang terjadinya penyimpangan, audit dilakukan sejak awal dimulai proses tender impor BBM dan minyak mentah oleh Pertamina, yaitu pada tahun 2004.

"Patut diduga audit tidak dilakukan sejak tahun-tahun awal karena bisa menyeret pihak-pihak yang lebih luas, seperti mantan bos Sudirman di ISC-Pertamina. Makanya audit dibatasi sejak 2012 saja," imbuh Agus.

Agus yang juga mantan Sekjen LMND berharap publik juga tidak melupakan dosa Sudirman Said dalam kasus perpanjangan kontrak Freeport. Ia berinisiatif mengusulkan ke Presiden perubahan peraturan pemerintah (PP) yang memungkinkan perpanjangan kontrak Freeport bisa dipercepat. Untung saja Presiden Jokowi waspada, kemudian ditolaknya mentah-mentah.

"Seharusnya dengan fakta tersebut, nama Sudirman Said sangat layak masuk daftar reshuffle kabinet. Tapi ya kemudian muncul permainan semacam ini dari dirinya, saya harap kita semua tidak terbuai," pungkas Agus. [dem]‎

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya