Berita

Politik

DPD Sesalkan Pengangkatan Guru Honorer Tertunda APBN 2016

SENIN, 16 NOVEMBER 2015 | 23:56 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI sangat menyesalkan DPR dan pemerintah tidak memasukkan anggaran pengangkatan guru honorer Kategori 2 menjadi PNS ke dalam APBN 2016 yang baru disahkan.

"Patut dipertanyakan, mengapa masalah pengangkatan guru honorer bisa dengan mudah dikesampingkan, sedangkan anggaran-anggaran lain yang mungkin kalah krusial dapat dimasukkan. Janji pemerintah mengangkat guru terancam tidak terwujud karena tidak adanya anggaran," ujar Wakil Ketua DPD RI Farouk Muhammad dalam keterangannya, Senin (16/11).

"Inilah mengapa hak budget DPD menjadi penting, yakni agar APBN dapat lebih baik teranggarkan. Apalagi dalam kasus ini, banyak guru honorer bekerja di daerah," sambung Farouk.

Dikatakan dia, pengangkatan guru honorer menjadi PNS sangat mendesak karena tidak saja terkait dengan rasio guru-murid tapi juga dengan persebaran guru yang merata di seluruh pelosok Indonesia, seperti di daerah terpencil, kepulauan, dan perbatasan.

"Kesejahteraan guru dan jaminan hari tua bagi mereka menjadi krusial karena tidak mungkin seorang guru dapat berkonsentrasi mengajar dan mendidik siswa bila mereka masih harus memikirkan bagaimana bertahan hidup," tukas mantan Gubernur Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) itu.

Pemerintah melalui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi, menegaskan bahwa pemerintah dan DPR sudah menyepakati pengangkatan status guru honorer Kategori 2 menjadi PNS pada rapat bersama Komisi II DPR pada 15 September 2015.

Pengangkatan tersebut akan dilakukan secara berkala selama 4 tahun dari tahun 2016-2019 dengan biaya pengangkatan sebesar Rp 188,355 miliar dan total anggaran yang mencapai Rp 34 triliun. Sayangnya, anggaran ini tidak terlihat pada APBN 2016.[dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya