Berita

Nusantara

JELANG PILKADA SERENTAK

Pasangan SAH Diserang Kampanye Hitam

SENIN, 16 NOVEMBER 2015 | 20:17 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Masa "pemanasan" menuju Pemilihan Kepala Daerah di Provinsi Kepulauan Riau dikotori sejumlah kampanye hitam .

Kampanye hitam itu diantaranya berupa fitnah yang ditujukan kepada salah satu pasangan calon yang bersaing di Pilkada Kepri untuk posisi Gubernur dan Wakil Gubernur.

Dalam keterangan pers yang didapat dari kubu Surya Respationo dan Ansar Ahmad (pasangan SAH), kampanye hitam terungkap dari ditemukannya SMS gelap yang dikirimkan dari sejumlah nomor yang berbeda kepada masyarakat di Kepulauan Riau. Salah satu yang menerima, Alam (25), mahasiswa yang tinggal di kawasan Punggur, Kota Batam.


Alam mengungkapkan, menerima setidaknya tiga SMS gelap yang berisi fitnah kepada cagub nomor urut 2, Suryo Respationo. Tiga kali SMS dengan isi yang berbeda. SMS pertama tanpa link blog tapi menyebut Cagub Soerya main perempuan. Kedua dan ketiga dengan link blog dan isinya menyebut Cagub nomor 2 sebagai orang musyrik..

SMS itu sangat meresahkan mengingat panasnya suhu politik di Kepri khusunya di Kota Batam jelang Pilkada. Kampanye hitam ini menyebabkan saling tuduh dan saling ejek di antara para pendukung calon. Alam sendiri menyatakan tidak simpatik terhadap pembuat dan penyebar SMS itu karena bisa mengganggu cita-cita Pilkada Damai di Kepri.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepri, Rizki Faisal, menegaskan bahwa bentuk-bentuk kampanye hitam dapat merusak tatanan demokrasi dan bisa dianggap sebagai tindakan keji.

"Ini tidak mendidik dan cenderung merusak tatanan di masyarakat. Kampanye hitam membuat publik tidak mendapat apa-apa selain sampah politik dan hanya semakin membuat wajah demokrasi semakin memburuk saja," tuturnya.

Rizki yang berasal dari Partai Golkar dan juga pendukung pasangan calon nomor 2, menambahkan, bangsa ini telah sekian lama tertatih untuk bisa berdemokrasi dengan baik.

"Di Kepri proses ini juga diperjuangkan oleh Partai Golkar yang sejalan dengan adat istiadat budaya di provinsi ini," tegasnya.

Menurutnya, tim pemenangan pasangan nomor urut 2 (SAH) tidak akan tinggal diam, meski mereka juga melarang pendukungnya untuk berlebihan menyikapi peristiwa tersebut.

"Kami sendiri melarang dengan tegas pendukung kami melakukan kampanye hitam. Atas kasus ini kami yakin tim pemenangan tidak akan tinggal diam," pungkasnya. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya