Berita

tentara perancis/net

Dunia

HOROR DI PARIS

Operasi Besar, Aparat Perancis Gerebek 168 Lokasi

SENIN, 16 NOVEMBER 2015 | 19:03 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Tiga hari setelah serangan brutal di Paris, aparat keamanan Perancis secara hampir bersamaan menggerebek 168 titik di seluruh negara itu untuk menemukan mereka yang merencanakan serangan lain terhadap Perancis.

PM Perancis, Manuel Carlos Valls Galfetti, mengatakan, pihak berwenang di negaranya yakin bahwa serangan teror baru sedang direncanakan terhadap Perancis dan negara-negara Eropa lainnya. Ia juga menyebut lebih dari 150 target lokasi yang dicurigai, di berbagai wilayah Perancis, digeledah sepanjang Senin pagi (16/11).

"Kami memanfaatkan kerangka hukum keadaan darurat, mempertanyakan orang yang merupakan bagian dari gerakan jihad radikal dan semua orang yang menganjurkan kebencian," katanya, dikutip dari BBC.


Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Perancis, Bernard Cazeneuve, mengatakan, 168 lokasi di seluruh Perancis digerebek oleh polisi dalam semalam (Minggu, 15/11), dan 23 orang diciduk untuk diinterogasi. Ada 31 senjata berbahaya, termasuk peluncur roket, yang disita. Kemudian, 104 orang telah ditempatkan dalam status tahanan rumah dalam 48 jam terakhir.

"Ini hanya sebuah awal. Operasi ini akan terus berlanjut. Kami akan menyikapi (teror) secara total. Orang yang menargetkan Republik (Perancis), kami akan menangkapnya,” tegas Bernard Cazeneuve. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya