Berita

reuters

Pasca Teror Jumat, 10 Jet Tempur Prancis Gempur Basis ISIS di Suriah

SENIN, 16 NOVEMBER 2015 | 09:38 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

. Pesawat-pesawat tempur milik Prancis mulai melancarkan serangan ke Suriah dengan menargetkan kelompok militan ISIS pada Minggu (15/11).

Langkah tersebut dilakukan menyusul serangkaian serangan teror bom bunuh diri dan penembakan yang merenggut lebih dari 130 jiwa di Paris Prancis pada Jumat (13/11). Rangkaian teror itu sendiri telah diklaim oleh ISIS.

"Serangan tersebut termasuk (melibatkan) 10 jet tempur, telah diluncurkan secara bersamaan dari Uni Emirat Arab dan Yordania. Dua puluh bom telah dijatuhkan," begitu bunyi keterangan yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Prancus seperti dimuat Reuters.


Target dari serangan tersebut, masih dalam keterangan yang sama adalah depot amunisi dan kamp pelatihan milik ISIS di Suriah.

Sebenarnya ini bukan kali pertama Prancis melakukan serangan terhadap Suriah dengan menargetkan ISIS. Selama beberapa bulan terakhir, Prancis telah ambil bagian dalam serangan bersama sekutu yang dipimpin oleh Amerika Serikat dengan menargetkan ISIS. Namun pasca rangkaian teror yang terjadi di Paris pekan lalu, Prancis semakin geram dan mengintensifkan serangan kepada ISIS.

Serangan besar-besaran yang dilancarkan Prancis diawali dengan menargetkan kubu ISIS di wilayah Raqqa Suriah.

Selain bereaksi dengan melancarkan seranga, pasca rangkaian teror tersebut Prancis juga menyerukan pemblokiran masuknya pencari suaka dari Timur Tengah, terutama Suriah ke wilayah Eropa. Pasalnya, hal itu dinilai menjadi celah masuknya terorisme ke wilayah Eropa.

Bukan hanya itu, pihak keamanan Prancis juga masih terus melakukan perburuan internasional terhadap seroang pria kelahiran Belgia yang diyakini ikut terlibat dalam membantu melancarkan serangan dua pelaku penembakan di gedung konser Bataclan. Dalam serangan tersebut, tak kurang dari 112 orang yang tengah memadati gedung tewas.

Sementara teror lainnya di waktu bersamaan menewaskan 14 orang di Rue Bichat di restoran La Petit Cambodge, 19 orang terbunuh di Rue de Charonne di distrik no 14, di luar bar La Belle Equipe, empat orang terbunuh di Avenue de la Republique, dan empat orang terbunuh di luar Stadion Prancis di Saint Denis, wilayah utara Paris. [ysa]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya