Berita

Politik

Wiranto, Jangan Pilih PAW Yang Bermasalah

MINGGU, 15 NOVEMBER 2015 | 16:48 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Proses Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota DPR RI dari Partai Hanura untuk menggantikan Dewie Yasin Limpo yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi tampaknya bakal molor.

Pasalnya, calon anggota legislatif dari Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan I dari Partai Hanura, Mukhtar Tompo, yang memperoleh suara terbanyak kedua setelah Dewie yaitu 18.621 suara, ternyata masih terganjal masalah hukum.

Kasusnya, sebagaimana pernah dilansir berbagai media cetak di Makassar, terkait tindakan penganiayaan yang diduga dilakukan Mukhtar Tompo terhadap anggota kepolisian Dit Shabara Polda Sulawesi Selatan Briptu Franky Haris. Laporan kasus ini tertuang dalam tanda bukti lapor LP/394/VIII/2013/SPKT.


Hingga saat ini, Haris sendiri masih mempermasalahkan kasus tersebut. Dia bahkan meminta penanganan kasus ini agar dituntaskan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Menanggapi banyaknya anggota parlemen yang tersangkut masalah hukum termasuk yang menimpa Dewie Yasin Limpo ini, Direktur Eksekutif Perkumpulan Pengawas Independen Indonesia (Wasindo), Tommy Tiranda, meminta agar dalam rekrutmen anggota DPR mendatang baik dari pusat hingga daerah agar benar-benar selektif terutama dengan melihat integritas dan kompetensi yang bersangkutan.

"Harus melihat SDMnya bagaimana integritas dan kompetensinya. Indikatornya ya apakah tidak bermasalah hukum. Ini yang penting," ujar Tommy dalam keterangannya, Minggu (15/11).

Tommy mencontohkan, kasus kader Partai Hanura misalnya, terkait calon yang akan menggantikan Dewie Yasin Limpo.

"Harus lihat track-record yang bersangkutan. Jangan terkecoh dengan kekaderan semata tapi yang terpenting integritasnya bagaimana," timpalnya menjelaskan.

Menyoal proses PAW pasca Dewie ini, LSM Wasindo menaruh prihatin atas kondisi yang ada. Karena itu, Tommy mengingatkan, jangan sampai anggota DPR yang diganti bermasalah dan yang menggantikan juga bermasalah.

"Ini yang harusnya menjadi pelajaran bagi Hanura agar tidak terulang kembali," bebernya.

Tak sampai disitu, Wasindo bahkan melayangkan surat kepada Ketua Umum DPP Partai Hanura Jenderal Purnawirawan Wiranto di Jakarta sebagai bahan masukan dan tindaklanjut atas penetapan kadernya yang menjadi calon anggota DPR RI Pergantian Antar Waktu menggantikan Dewie Yasin Limpo.

Wasindo mengimbau agar dalam proses PAW tersebut mempertimbangkan berbagai hal terutama berkaitan dengan hukum.

"Disini diperlukan masukan dari berbagai pihak. Mungkin ada proses yang lalu bolong sehingga ada calon anggota legislative yang lolos begitu saja," jelas Tommy.

Surat Wasindo pada prinsipnya menghendaki agar para Legislator baik yang ada di pusat maupun daerah benar-benar merupakan pilihan terbaik setelah melalui seleksi ketat. Dengan demikian, kata Tommy, berbagai pelanggaran dan penyimpangan yang diduga dilakukan anggota dewan selama ini kedepan dapat diminimalkan.[dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya