Berita

presiden maduro/net

Dunia

Keluarga Presiden Venezuela Ditangkap Dalam Kasus Narkoba

SABTU, 14 NOVEMBER 2015 | 22:54 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Amerika Serikat kelihatannya punya celah untuk masuk mengobok-obok kekuasaan Nicolas Maduro di Venezuela.

Hari Kamis kemarin (12/11), dua anggota keluarga Presiden Maduro ditangkap pihak Amerika Serikat dan dituduh terlibat dalam konspirasi penyelundupan obat-obatan terlarang.

Efrain Antonio Campo Flores (29) dan Franqui Francisco Flores de Freitas (30) ditangkap Badan Anti Narkotika AS (DEA) di ibukota Haitian, Port-au-Prince, saat mereka sedang membahas proses mengirimkan 800 kilogram narkoba ke AS.


Salah seorang dari yang ditangkap itu dibesarkan oleh First Lady Cilia Flores, sementara seorang lagi adalah sepupunya.

Dalam keterangan DEA, seperti dikutip dari CNN, Campo dan Flores de Freitas ikut dalam sebuah pertemuan di Venezuela yang membahas proses pengiriman kokain ke Amerika Serikat melalui Honduras.

Kedua kerabat Presiden Maduro itu disebutkan tidak mengajukan keberatan dalam pemeriksaan di pengadilan di Manhattan, Kamis malam.

Hakim yang menangani kasus itu memerintahkan keduanya ditahan.

Kantor Jaksa Distrik Selatan di New York City mengatakan, bila semua tuduhan terbukti, maka kedua kerabat Presiden Maduro itu akan menghadapi ancaman hukuman penjara seumur hidup.

Ketika ditangkap, kedua kerabat Maduro memegang paspor diplomatik dan secara terbuka mengakui hubungan kekerabatan mereka dengan orang nomor satu di Venezuela itu. Keduanya juga sempat mengatakan bahwa mereka memiliki kekebalan diplomatik.

Menurut CNN pemerintah Venezuela tidak bersedia memberikan komentar mengenai hal ini.

Maduro dan istrinya Flores menikah bulan Juli 2013, beberapa waktu setelah dia dilantik menggantikan Hugo Chavez yang meninggal dunia.

Sebelum resmi menikah, Maduro dan Flores sudah tinggal bersama dan merupakan bagian dari kelompok inti rezim Chavez. Pada tahun-tahun terakhir Chavez, Maduro adalah wakil presiden dan menteri luar negeri. Sementara Flores adalah Jaksa Agung. [dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya