Berita

Dunia

HOROR DI PARIS

Jadi Tuan Rumah KTT APEC, Filipina Tak Mau Kecolongan

SABTU, 14 NOVEMBER 2015 | 21:14 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Filipina yang akan menjadi tuan rumah pertemuan Asia Pacific Economic Conference (APEC) pekan depan meningkatkan kewaspadaan dan standar keamanan menyusul serangan sporadis di Paris, Prancis, Jumat malam (13/11).

Dalam KTT APEC nanti, sekitar 20 kepala pemerintahan dan kepala negara di dunia berkumpul untuk membahas sejumlah agenda.

Presiden RI Joko Widodo sudah dipastikan tidak akan datang ke pertemuan yang akan digelar di Manila pada tanggal 18 dan 19 November. Begitu juga dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Sementara Presiden AS Barack Hussein Obama sudah menyampaikan kesediaannya untuk hadir dalam KTT itu.


Jurubicara Presiden Benigno Aquino, Abigail Valte, dalam keterangannya siang tadi (Sabtu, 14/11) mengatakan, serangkaian serangan bom bunuh diri dan tembakan membabi buta di Prancis memperlihatkan kemampuan teroris merencanakan aksi dengan tingkat kekejaman yang terperikan.

"Pemerintah dan rakyat Filipina berduka cita untuk semua korban tewas dan kami bahu membahu dengan Prancis," ujarnya.

Dia juga mengatakan, pihak Filipina akan melakukan tindakan-tindakan yang perlu diambil demi keamanan KTT APEC.

"Kami memiliki komitmen menjamin keamanan tamu-tamu dan rakyat kami. Pesan ini kami sampaikan tidak saja sebagai reaksi terhadap serangan yang terjadi di Paris," sambungnya dalam wawancara radio seperti dikutip The Strait Times.

Sabtu dinihari tadi, Angkatan Laut Filipina mengerahkan persenjataan anti serangan udara di sekitar lokasi KTT APEC, sementara aparat kepolisian menggelar latihan pengamanan di temapt KTT dan hotel-hotel yang digunakan kepala pemerintahan dan tamu-tamu VIP lain menginap.

Disebutkan bahwa pemerintah telah membersihkan jalan-jalan di Manila dari sekiatr 20 ribu gelandangan. Sebanyak 18 ribu polisi juga disiagakan di tempat-tempat keramaian. [dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Serap Aspirasi Warga Pandeglang, Arif Rahman Kawal Sektor Pertanian dan Perikanan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 10:14

Hormati Putusan MK, Komisi X DPR Minta Pendidikan dan MBG Tetap Jalan Beriringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak Maret

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:51

Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu, Satu Gram Jadi Rp2,6 Juta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:41

Kesiapan Fasilitas Zikir Kebangsaan Monas: Dari Ambulans Hingga Ratusan Ribu Konsumsi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:34

K-SIGN Rote Ndao Dipacu Jadi Pilar Swasembada Garam Nasional

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:15

Harga Logam Mulia Terkoreksi Meski Mampu Akhiri Tren Penurunan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:02

Dul Mungkin Tak akan Naik Bus Malam Lagi Setelah Ketahuan Bawa Sabu

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:45

Arab Saudi Sambut Kesepakatan Pelucutan Senjata di Gaza, Israel Harus Mundur

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:34

Ramai Mal Pasang Pagar Tinggi di Tengah Situasi Kamtibmas Kondusif

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:23

Selengkapnya