Filipina yang akan menjadi tuan rumah pertemuan Asia Pacific Economic Conference (APEC) pekan depan meningkatkan kewaspadaan dan standar keamanan menyusul serangan sporadis di Paris, Prancis, Jumat malam (13/11).
Dalam KTT APEC nanti, sekitar 20 kepala pemerintahan dan kepala negara di dunia berkumpul untuk membahas sejumlah agenda.
Presiden RI Joko Widodo sudah dipastikan tidak akan datang ke pertemuan yang akan digelar di Manila pada tanggal 18 dan 19 November. Begitu juga dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Sementara Presiden AS Barack Hussein Obama sudah menyampaikan kesediaannya untuk hadir dalam KTT itu.
Jurubicara Presiden Benigno Aquino, Abigail Valte, dalam keterangannya siang tadi (Sabtu, 14/11) mengatakan, serangkaian serangan bom bunuh diri dan tembakan membabi buta di Prancis memperlihatkan kemampuan teroris merencanakan aksi dengan tingkat kekejaman yang terperikan.
"Pemerintah dan rakyat Filipina berduka cita untuk semua korban tewas dan kami bahu membahu dengan Prancis," ujarnya.
Dia juga mengatakan, pihak Filipina akan melakukan tindakan-tindakan yang perlu diambil demi keamanan KTT APEC.
"Kami memiliki komitmen menjamin keamanan tamu-tamu dan rakyat kami. Pesan ini kami sampaikan tidak saja sebagai reaksi terhadap serangan yang terjadi di Paris," sambungnya dalam wawancara radio seperti dikutip
The Strait Times.
Sabtu dinihari tadi, Angkatan Laut Filipina mengerahkan persenjataan anti serangan udara di sekitar lokasi KTT APEC, sementara aparat kepolisian menggelar latihan pengamanan di temapt KTT dan hotel-hotel yang digunakan kepala pemerintahan dan tamu-tamu VIP lain menginap.
Disebutkan bahwa pemerintah telah membersihkan jalan-jalan di Manila dari sekiatr 20 ribu gelandangan. Sebanyak 18 ribu polisi juga disiagakan di tempat-tempat keramaian.
[dem]