Dinas Ruang Angkasa Eropa merekam gerakan benda asing yang diberi nama sandi WT1190F pada tanggal 3 Oktober lalu.
Benda asing itu meledak dan terbakar tak lama setelah memasuki atmosfir bumi, dan pecah menjadi beberapa bagian, sebelum akhirnya jatuh di kawasan lepas pantai Sri Lanka.
Belakangan disadari bahwa objek yang sama sudah pernah terpantau fasilitas survei ruang angkasa Catalina di Universitas Arizona, Amerika Serikat, pada 2013 lalu.
Dari pola gerakan WT1190F, disimpulkan bahwa ia bukanlah batu solid alias keras. Apalagi pesawat ruang angkasa alien seperti dugaan yang sempat beredar di kalangan pemerhati masalah ruang angkasa.
"Ini terlalu rendah untuk dikategorikan sebagai bebatuan alami ruang angkasa," begitu dikatakan Dinas Ruang Angkasa Eropa seperti dikutip dari
CNN.
Dikatakan, bahwa benda asing WT1190F itu lebih cocok masuk kategori
hollow shell yang tidak solid.
WT1190F diperkirakan memiliki diamter 6,5 kaki atau hampir 2 meter. Benda itu sempat dikhawatirkan membuat kerusakan saat memasuki atmosfir bumi, apalagi bila menumpuk permukaan bumi.
[dem]