Berita

Dunia

HOROR DI PARIS

Restoran Kamboja Juga Diserang Menggunakan Kalashnikov

SABTU, 14 NOVEMBER 2015 | 12:19 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Selain serangan mematikan di Bataclan Concert Hall di Paris yang menewaskan lebih dari 100 orang, teror maut juga terjadi di sebuah restoran Kamboja bernama La Petit Cambodge di Paris, Jumat malam (13/11) waktu setempat.

Kepolisian Paris mengatakan, seorang pria bersenjata Kalashniko melepaskan tembakan yang menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai 20 orang lainnya di restoran itu.

Pelaku teror di Bataclan juga diduga menggunakan jenis senjata yang sama, yang sering dinamakan AK-47, untuk melakukan teror membabi buta itu. Antara Bataclan dan restoran La Petit Cambodge berjarak sekitar 8 Kilometer.


Dari berbagai laporan, serangan di La Petit Cambodge berlangsung sekitar 21.30 waktu setempat, satu jam setelah dua bom bunuh diri meledak di luar stadion Stade de France saat pertandingan antara tim nasional Perancis Vs Jerman. Setengah jam kemudian, terdengar berita penyerangan di gedung konser Bataclan.

Media lokal memberitakan bahwa warga di Paris diminta untuk tinggal di dalam rumah sebagai antisipasi anggota kelompok teroris masih berkeliaran.

Sedangkan reporter Al Jazeera di Paris, melaporkan, polisi mendatangi berbagai bar dan restoran dan mengevakuasi orang-orang dengan mencari tempat aman. Polisi mengevakuasi orang-orang dari semua bar dan restoran di area yang populer sebagai tempat berkumpulnya anak-anak muda dan wisatawan.

"Mereka (polisi) menutup semua jendela restoran dan mematikan musik. Orang-orang menghubungi keluarga mereka dengan ponsel," kata seorang saksi, Madeline Berry.

Sampai saat ini belum diketahui pelaku dan otak di balik rangkaian serangan di Paris tersebut. Belum ada kelompok yang mengaku bertanggungjawab atas perbuatan biadab itu. [ald]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya