Berita

Aneh Kalau Mantan Petinggi Total Pimpin Pengalihan Blok Mahakam

SABTU, 14 NOVEMBER 2015 | 11:38 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Rencana pemerintah mengalihkan pengelolaan Blok Mahakam dari PT Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation ke Pertamina (Persero) bisa berantakan.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, SKK Migas yang ditugaskan Menteri ESDM Sudirman Said untuk mengurus peralihan pengelolaan Blok Mahakam menyerahkan evaluasi aset kepada salah seorang mantan pejabat tinggi Total.

Hal ini dinilai aneh, karena pihak yang seharusnya menjadi objek evaluasi malah bertugas mengevaluasi. Seharusnya, proses evaluasi aset melibatkan pihak netral yang tidak memiliki interest.


Juga disebutkan bahwa sang mantan petinggi Total itu direkomendasi oleh seorang rekannya yang juga pernah sama-sama bekerja di Total dan kini menjadi salah seorang pejabat di lingkungan Kementerian ESDM.

Selain itu, rekomendasi juga didapatnya dari seorang anggota DPR RI.

Peralihan pengelolaan Blok Mahakam direncanakan selesai selambat-lambatnya 31 Desember 2015. SKK Migas ditugaskan memimpin pengalihan pengelolaan ini pada bulan Juni lalu.

Total E&P mulai menggarap lahan kaya gas Blok Mahakam pada 1966. Kontrak ini diperpanjang pada 1997 dan direncanakan berakhir pada 31 Desember 2017. Pada tahun 2008 lalu Total pernah mengajukan perpanjangan pada 2008. Namun PT Pertamina akhirnya menyatakan ingin mengelola Blok Mahakam pada tahun 2009. [dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya